Ini Perhitungan Kekuatan Bila Terjadi Perang Terbuka Antara Iran dan Israel
Hubungan Iran dan Israel mungkin ibarat anjing dan kucing, nyaris tak pernah rukun.
Editor:
Sugiyarto
Hulu ledak nuklir ini bisa ditembakkan dengan menggunakan misil balistik Jericho, diluncurkan dari kapal selam atau dari jet tempur. Sementara Iran tidak memiliki kapabilitas nuklir.
Meski kesepakatan nuklir berantakan, dibutuhkan waktu bertahun-tahun hingga Iran bisa disebut negara nuklir.
Tetapi, Iran mampu membangun dan mengembangkan misil balistik yang sudah diakui amat berbahaya dan mampu menghantam sasaran di wilayah Israel.
Namun, layaknya pemain kartu, Iran masih memiliki kartu "As" yaitu dukungannya untuk berbagai kelompok bersenjata anti-Israel di Timur Tengah.
Alhasil, Iran memiliki cara tersendiri untuk menghantam Israel saat konflik terjadi.
Salah satu kelompok itu adalah Hezbollah di Lebanon yang amat ditakuti Israel karena amat terlatih dan dipersenjatai dengan baik.
Bahkan kekuatan Hezbollah jauh di atas kemampuan militer Lebanon dan mereka memiliki keuntungan karena bisa beroperasi dengan lebih bebas.
Pengalaman Hezbollah bertempur di Suriah memberikan keuntungan tersendiri yang amat bermanfaat jika perang pecah.
Selain itu, Hezbollah juga memiliki banyak persediaan roket yang bisa ditembakkan ke wilayah Israel.
Selain Hezbollah, Iran juga mendukung Hamas dan Jihad Islam yang keduanya berada di Jalur Gaza. Meski kecil kedua kelompok ini memiliki persediaan senjata yang cukup signifikan. (Ervan Hardoko/Kompas.com)
Baca tanpa iklan