Piala Dunia 2018 membuat penjualan alkohol melonjak
Para pengelola rumah minum di ibu kota Inggris mengatakan perputaran uang meningkat hingga 35% dari penjualan bir dan anggur kepada pengunjung
Chris dan Darren tidak sendiri karena seorang teman mereka menuturkan bahwa pengeluarannya untuk minum bisa berlipat kali jika Inggris bermain, menang atau kalah.
"Dalam sehari saya minum empat sampai lima pint per hari. Bisa dua kalinya saat Piala Dunia. Bisa tiga kalinya jika Inggris menang. Hanya kalau Inggris menang. Kalau Inggris kalah, bisa empat kalinya. Kalau saya tidak bekerja hari ini, saya kemungkinan sudah mulai minum tengah hari."
- Piala Dunia 2018: Juara bertahan Jerman tumbang, kalah 0-1 dari Meksiko di laga pertama
- Piala Dunia 2018: Taksi tabrak kerumunan orang di Moskow, fans timnas Meksiko terluka
- Perempuan Rusia diminta tak berhubungan intim dengan laki-laki asing selama Piala Dunia
Yang jelas promosi gencar yang dilakukan pihak pembuat bir, sponsor Piala Dunia kali ini memang menunjang juga peningkatan penjualan.
"Jelas karena Budweiser mensponsori Piala Dunia. Saya mulai menjual Budweiser sekitar dua bulan lalu. Itu pasti membawa pengaruh besar. Kami sebelumnya tidak mempunyainya.
"Itu meningkatkan penjualan karena iklan yang mereka gencarkan. Orang minum dengan menggunakan 'matanya'. Jika mereka melihatnya di televisi, mereka memutuskan harus mencobanya," kata Nigel Wright.
Berdasarkan Opinions and Lifestyle Survey, 56,9% responden berumur 16 tahun ke atas di Inggris pada tahun 2016 minum alkohol, atau sekitar 29 juta orang. Harga satu gelas/pint bir di bar di London rata-rata £4 atau Rp70.000.
Baca tanpa iklan