Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Presiden Venezuela Maduro 'selamat dari serangan dron'

Pejabat Venezuela mengatakan serangan dron terjadi saat Nicolás Maduro memberikan pidato, tetapi dia tidak terluka.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Serangan dron terjadi saat Presiden Nicolás Maduro berpidato di Caracas yang ditayangkan langsung di televisi. Presiden Maduro dalam kondisi baik namun tujuh tentara terluka akibat serangan tersebut.

Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez mengatakan ini adalah upaya pembunuhan Maduro.

Maduro sedang berpidato di sebuah acara militer di lapangan terbuka ketika dia dan pejabat lainnya tiba-tiba melihat ke atas dan terkejut. Audio kemudian terputus.

Puluhan tentara terlihat melarikan diri sebelum siaran televisi dihentikan.

Ledakan keras juga bisa terdengar di rekaman.

Apa yang terjadi menurut pihak berwenang?

Menteri Rodriguez mengatakan serangan itu terjadi ketika Maduro berpidato di acara yang menandai ulang tahun tentara Venezuela ke-81.

Dua dron bermuatan bahan peledak meledak di dekat podium presiden, tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Komunikasi itu menuduh oposisi sayap kanan negara itu yang berada di balik serangan.

"Setelah kalah pemilihan suara, mereka gagal lagi," kata Rodriguez.

Dia mengacu pada pemilihan presiden pada bulan Mei, di mana Maduro terpilih kembali untuk enam tahun.

Security forces check a building after explosions near the place where President Maduro was speaking. Photo: 4 August 2018
AFP/Getty Images
Jendela-jendela terbakar di dekat tempat Presiden Maduro berpidato.

Rodriguez juga mengatakan bahwa para prajurit yang terluka sedang dirawat di rumah sakit sementara presiden melakukan pertemuan dengan para menteri dan komandan militernya.

Tidak ada kelompok yang mengaku di balik upaya yang diduga pembunuhan itu.

Pada Juni 2017, sebuah helikopter menyerang dan menjatuhkan granat di Mahkamah Agung Venezuela.

Oscar Pérez, seorang pilot helikopter elit, mengklaim dia melakukan serangan helikopter itu dan meminta Venezuela bangkit melawan pemerintahan Presiden Maduro.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas