Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia atas Kasus Racun Saraf Novichok

Pemerintah AS akan menerapkan sanksi baru terhadap Rusia atas tudingan penggunaan racun saraf oleh Moskow saat menyerang bekas agen mata-mata Rusia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ria anatasia
zoom-in AS akan Jatuhkan Sanksi ke Rusia atas Kasus Racun Saraf Novichok
Jorge Silva/Associated Press
Donald Trump 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menerapkan sanksi-sanki baru terhadap Rusia atas tudingan penggunaan racun saraf oleh Moskow saat menyerang bekas agen mata-mata Rusia dan putrinya di Inggris beberapa bulan lalu.

Dilansir BBC, Kamis (9/8/2018), Kementerian Luar Negeri AS merilis sebuah pernyataan bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah serius atas insiden tersebut.

"Rusia telah menggunakan senjata kimia atau biologi yang melanggar hukum internasional, atau memanfaatkan senjata kimia atau biologis yang mematikan terhadap warga negaranya sendiri," kata juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert.

Sanksi tersebut akan diterapkan pada produk elektronik dan keamanan sensitif beserta sejumlah teknologi lainnya, yang diperkirakan akan berlaku mulai 22 Agustus 2018 mendatang.

Departemen Luar Negeri mengatakan sanksi "lebih kejam" akan menyusul dalam waktu 90 hari jika Rusia gagal memberikan jaminan tak akan lagi menggunakan senjata kimia.

Rusia juga diminta memberikan izin inspeksi senjata kepada PBB dan lembaga internasional lainnya terkait hal ini.

“Jika kriteria itu tidak dipenuhi maka itu tergantung kepada Rusia sepenuhnya. Sanksi putaran kedua akan diterapkan dan secara umum bersifat lebih keras,” ujar pejabat senior Kemenlu AS.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah Inggris menyambut baik rencana penerapan sanksi tersebut. "Ini merupakan tanggapan kuat dunia internasional atas penggunaan senjata kimia yang ceroboh di Salisbury menunjukkan perilaku provokasi itu tidak akan dibiarkan begitu saja," katanya.

Diberitakan sebelumnya, mantan agen ganda, Sergei Skripal dan putrinya, Yulia diserang oleh gas beracun di kota Salisbury, Inggris pada 4 Maret 2018 lalu.

Serangan racun syaraf Novichok menyebabkan keduanya dalam kondisi kritis dan dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu. ( Tribunnews.com, Ria Anatasia)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas