Kisah calon mahasiswi yang diculik di London dan dipaksa jadi budak seks
Anna punya mimpi berkuliah di Inggris dan mendapatkan pekerjaan mapan. Tapi ia disekap pada suatu siang dan dipaksa menjadi pelacur selama sembilan
Anna sempat berpikir untuk berlari dan memberi tahu petugas bandara, tapi niat ini ia urungkan karena khawatir nasib keluarganya di Rumania pasti akan terancam.
Kelompok yang menculiknya sudah tahu siapa dan di mana keluarganya tinggal di Rumania.
Saat check-in Anna sebenarnya menangis, tapi petugas penerbangan sepertinya tidak curiga.
Pesawat yang ia tumpangi membawanya ke satu bandara kecil di Irlandia. Di sini, dua laki-laki sudah menunggu.
"Ini lebih cantik dari sebelumnya," kata seseorang di antaranya saat melihat Anna.
Anna langsung sadar bahwa dirinya telah dijual untuk dijadikan sebagai pelacur.
Melayani 20 laki-laki per hari
Ia dibawa dengan mobil ke satu apartemen tak jauh dari rumah taruhan. Ia dibawa ke lantai atas yang penuh dengan bau minuman keras, asap rokok, dan keringat.
Ia melihat beberapa laki-laki, sementara sejumlah perempuan keluar masuk ke beberapa ruangan dengan pakaian minim.
Seorang perempuan memaksanya hanya memakai pakaian dalam.
Seorang laki-laki memotretnya dan mengunggah fotonya ke internet. Di situs yang menjual dirinya, Anna punya banyak nama, dari Natalia, Lara, Rachel, hingga Ruby. Usianya pun macam-macam.
Kadang ia dikatakan berusia 18 tahun, pada kesempatan lain dikatakan berusia 19 atau 20 tahun.
Sejak itu Anna melayani ribuan laki-laki, dalam sehari rata-rata ia dipaksa tidur dengan 20 laki-laki. Ia dipaksa menjadi budak untuk memuaskan keinginan klien.
Di rumah bordil ini, ia tak pernah bisa melihat siang hari.
Ia hanya dibolehkan tidur ketika tidak ada klien. Sering ia tidak makan selama beberapa hari. Kalau pun tersedia, hanya berupa beberapa lembar roti tawar atau makanan sisa orang lain.
Baca tanpa iklan