Yang perlu diketahui dari Naomi Osaka, juara AS Terbuka: Perfeksionis pemalu hingga kakek yang tak suka tenis
Kakek Naomi Osaka pernah tak setuju dengan perkawinan orang tuanya karena alasan ras. Sang kakek juga tak senang Naomi menekuni tenis. Kini
Banyak yang memuji ketenangan Naomi Osaka, petenis berusia 20 tahun, saat tampil di babak final tunggal putri turnamen Grand Slam Amerika Serikat Terbuka melawan Serena Williams.
Ketika Williams melampiaskan kemarahan ke wasit, dengan menyebut wasit pencuri dan pembohong, Osaka tetap fokus dan menjuarai turnamen bergengsi ini.
Gangguan terjadi tak hanya saat pertandingan, tapi juga ketika digelar penyerahan trofi.
- Naomi Osaka, petenis pertama juara Grand Slam, hebohkan Jepang
- Asian Games 2018: Kepergok sewa pekerja seks, empat atlet Jepang dipulangkan
- Skandal seks atlet Jepang di Asian Games 2018: 'Saya tidak bisa bayangkan akan bisa main basket lagi'
Osaka, yang menempati unggulan ke-20, harus menghadapi cercaan penonton, yang memaksanya menurunkan topi untuk menyembunyikan linangan air mata.
"Saya minta maaf karena pertandingan harus berakhir seperti ini," kata Osaka, masih sambil menangis.
Williams kemudian meminta para penonton tenang dan mengajak pendukung agar menghargai apa yang dicapai Osaka.
Perfeksionis yang pemalu
Ibunya orang Jepang sementara ayahnya berasal dari Haiti. Ia lahir di Jepang namun hampir sepanjang hidupnya tinggal di Amerika.
Nama Osaka melambung dalam beberapa bulan terakhir setelah untuk pertama kalinya juara di Indian Wells.
Dan kini, catatan prestasinya makin mengkilap setelah juara di AS Terbuka, mengalahkan idolanya ketika kecil, Serena Williams.
Ia meniti karier di dunia tenis profesional dengan tekun, sementara pada saat yang sama menghadapi stereotip tentang identitas dan ras.
Jepang dikenal punya masalah dengan keberagaman. Survei yang dilakukan oleh Kementerian Kehakiman pada 2016 menunjukkan hampir sepertiga warga asing pernah menerima perkataan yang bersifat menghina.
Sekitar 40% warga asing juga mengatakan mengalami diskriminasi ketika menyewa rumah.
Ariana Miyamoto, model berdarah campuran yang memenangkan lomba kecantikan di Jepang pada 2015, menjadi korban pelecehan rasial karena dia dianggap "tak memiliki wajah Jepang yang sebenarnya".
Seperti Naomi Osaka, salah satu orang tua Miyamoto berkulit hitam.
Baca tanpa iklan