Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mariam Baru Berumur 40 Tahun tapi sudah Lahirkan 44 Anak

Akhirnya di Desember 2016, dia berhenti melahirkan anak setelah dokter "memotong rahimnya" dari dalam dalam proses operasi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Mariam Baru Berumur 40 Tahun tapi sudah Lahirkan 44 Anak
YouTube
Mariam Nabatanzi 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang perempuan di Uganda mendapat gelar sebagai perempuan paling subur karena telah melahirkan 44 anak di umur 40 tahun.

Berasal dari desa Kabimbiri di Distrik Mukono, Mariam Nabatanzi telah melahirkan enam anak kembar, empat kembar tiga, serta tiga kembar empat.

Dilansir Oddity Central pada Rabu (17/10/2018), dari 44 anak yang dilahirkannya, 38 di antaranya masih hidup hingga saat ini.

Kepada harian Uganda, Daily Monitor, Nabatanzi menceritakan kisah pilunya.

Di usia 12 tahun, dia harus menikah dengan pria yang umurnya lebih tua 28 tahun. Dia terpaksa menikah untuk menghindari ibu tirinya yang berusaha membunuhnya.

Namun, si suami kerap menyiksanya jika mengucapkan sesuatu yang tak disukai. Pada 1994 saat berusia 13 tahun, dia melahirkan anak kembar pertamanya.

Dua tahun kemudian, dia melahirkan kembar tiga dan dua tahun berikutnya, kembar empat.

Rekomendasi Untuk Anda

Nabatanzi mengaku tidak merasa aneh dengan banyaknya anak kembar dengan yang dia lahirkan.

Sebabnya, si ayah mempunyai 45 anak dari perempuan berbeda.

Baca: Dianggap Monopoli, Google Akhirnya Tak Gratiskan Lagi Gmail di Ponsel Android

Selain dirinya, terdapat anak kembar hingga kembar lima. Di kehamilan keenamnya, Nabatanzi telah melahirkan 18 orang anak.

Perempuan yang awalnya memimpikan punya enam anak itu lantas ke rumah sakit dan hendak mengikuti program kontrasepsi.

Namun setelah menjalani beberapa tes, dokter kandungan memintanya tak melakukan kontrasepsi karena bisa mengancam nyawanya.

Dokter Ahmed Kikomeko dari Rumah Sakit Umum Kawempe menjelaskan, tindakan kontrasepsi tidak hanya mengancam sistem reproduksi Nabatanzi, namun juga hidupnya.

"Saya diminta untuk membiarkan siklus saya. Namun saya sempat mencoba Peralatan Inter Uterine (IUD).

Namun saya malah muntah tak henti-hentinya dan koma satu bulan," kenang Nabatanzi.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas