Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Donald Trump: AS akan membangun lagi persenjatan nuklir

Presiden Donald Trump mengancam bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan persenjataan nuklir AS untuk menekan Rusia dan Cina.

Tribun X Baca tanpa iklan

Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan meningkatkan persenjataan nuklirnya untuk menekan Rusia dan Cina.

Di depan para wartawan, ia mengulangi pandangannya bahwa Rusia telah melanggar traktat persenjataan nuklir jarak menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces INF) 1987.

Trump, karenanya mengancam akan membatalkan perjanjian itu.

Sejauh ini Rusia membantah tudingan Trump ini.

Perjanjian INF itu ditandatangani di era Perang Dingin untuk mengurangi ketegangan terkait kemampuan serang Uni Soviet terhadap negara-negara Eropa.

Rusia memperingatkan akan membalas dalam bentuk yang setara jika AS mengembangkan persenjataan mereka lebih banyak lagi.

Presiden Trump mengatakan AS akan membangun persenjataan mereka 'hingga orang-orang tersadar'.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini merupakan ancaman bagi siapa pun yang ingin memasukkan Cina dan Rusia dan siapa pun yang ingin bermain-main dengan situasi ini... (Rusia) tidak patuh pada semangat perjanjian itu atau pada perjanjian itu sendiri. "

Sementara itu, Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton mengadakan pembicaraan di Moskow setelah Rusia mengutuk rencana AS untuk keluar dari kesepakatan itu.

Para pejabat Rusia mengatakan kepada Bolton bahwa sikap AS itu akan merupakan 'pukulan serius' bagi rezim non-proliferasi nuklir.

Map showing range of missiles banned under INF treaty
BBC

Betapa pun, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev mengatakan juga bahwa Kremlin 'siap' untuk bekerja dengan AS untuk menghapus ketidakpuasan masing-masing atas INF.

Saat Bolton mengawali kunjungannya, Moskow memperingatkan akan mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan kekuatan nuklir.

"Kami perlu mendengar penjelasan pihak Amerika tentang masalah ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. "(Jika AS) Membatalkan traktat itu, Rusia akan terpaksa mengambil langkah demi kepentingan keamanannya sendiri."

Apa isi perjanjian INF itu?

Perjanjian INF ditandatangani oleh Presiden AS Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev, pemimpin Soviet terakhir, pada masa-masa akhir Perang Dingin.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas