Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Bentrokan di Paris: 'Protes warga Prancis bukan hanya soal harga BBM'

Beragam kalangan, dari kelompok kiri dan kanan, bahkan pendukung Presiden Macron, turun ke jalan memprotes berbagai kebijakan pemerintah Prancis

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Bentrokan antara ribuan pengunjuk rasa dan pasukan kepolisian di Paris, Prancis, terjadi Sabtu (24/11), dalam demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak.

Namun kekisruhan itu dinilai juga dipicu isu lain seperti pajak dan biaya hidup masyarakat yang terus meningkat.

"Orang-orang yang menyerang polisi sangatlah memalukan," kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melalui akun Twitternya.

Macron menambahkan, "Tak ada tempat untuk kekerasan di republik ini."

Kerusuhan besar di Paris terjadi di Champs-Elysées. Setidaknya lima ribu polisi diturunkan untuk mengawal para pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning.

Polisi memasang pembatas berbahan logam di Champs-Élysées untuk mencegah demonstran mendekat ke objek vital seperti kantor kepresidenan dan gedung parlemen.

Namun Juru Bicara Gerakan Rompi Kuning, Laetitia Dewalle, menegaskan mereka menggelar unjuk rasa damai.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami berada di sini bukan untuk bertikai dengan polisi. Kami hanya ingin pemerintah mendengarkan keinginan kami," kata Dewalle kepada kantor berita AFP.

Perancis
Reuters
Hingga Sabtu petang kemarin, kobaran api masih terlihat di beberapa sudut kawasan Champs-Élysées.

Bagaimanapun, sejumlah pengunjuk rasa terlihat menerobos barisan polisi. Sebagian dari demonstran menyalakan suar dan merusak rambu-rambu lalu lintas.

Terlihat pula beberapa pengunjuk rasa yang mengambil batu trotoar dan melemparkannya ke barisan polisi. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti-Macron.

Kericuhan itu berlangsung sejak pagi hingga petang dan berakhir saat kepolisian mengosongkan kawasan Champs-Élysées.

Bukan cuma soal BBM

Analisis Lucy Williamson, BBC News, Paris

Protes yang dipaparkan kelompok demonstran jelas. Namun sebenarnya terdapat hal lain yang menyatukan Gerakan Rompi Kuning ini, di luar kemarahan mereka tentang peningkatan pajak dan biaya hidup sehari-hari.

Di sebuah negara di mana demonstrasi kerap diinisiasi partai politik dan serikat buruh, Gerakan Rompi Kuning terlihat berbeda.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas