Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Kisah antropolog yang berhasil 'bertemu' suku terasing di Lautan Hindia

Seorang antropolog India berhasil melakukan 'kontak damai' dengan suku terasing di pulau Sentinel di Lautan Hindia yang belakangan menjadi sorotan

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Membuka kontak

Setelah beberapa kali melakukan ekspedisi untuk mencoba menjalin kontak dengan mereka, hasilnya untuk pertama kalinya terlihat pada 1991 ketika suku tersebut secara damai meninggalkan pulau dan mendekati rombongan Pandit yang masih berada di perairan.

"Kami bingung mengapa mereka mengizinkan kami," ungkapnya. "Itu adalah keputusan mereka untuk menemui kami dan pertemuan itu bisa terjadi dengan syarat seperti yang mereka tuntut."

"Kami melompat keluar dari perahu dan berdiri di dalam air setinggi leher, lalu membagikan kelapa dan hadiah lainnya. Tapi kami tidak diizinkan untuk melangkah ke pulau mereka."

TN Pandit (right) with a Sentinelese man
TN Pandit
Pandit (kanan), yang bekerja di Kementerian suku terasing India, sedang memberikan hadiah kepada salah-seorang anggota suku.

Pandit mengatakan dia tidak terlalu khawatir kemungkinan diserang, tetapi dia mengaku selalu berhati-hati saat berada di dekatnya.

Dia mengatakan anggota tim mencoba berkomunikasi dalam bahasa isyarat, tetapi tidak berhasil karena orang-orang Sentinel itu sebagian besar sibuk dengan hadiah yang diterimanya.

"Mereka berbicara di antara mereka sendiri, tetapi kami tidak bisa memahami bahasanya. Kedengarannya mirip dengan bahasa yang diucapkan oleh kelompok suku lainnya di wilayah itu," kata Pandit.

'Tidak diterima'

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam satu kali tatap muka yang mengesankan selama di perjalanan, seorang anggota suku Sentinel yang masih muda sempat mengancamnya.

"Ketika saya membagikan kelapa, saya sedikit terpisah dari anggota tim dan saya mulai mendekati pantai," katanya kepada BBC.

"Seorang anak laki-laki suku Sentinel yang masih muda membuat wajah lucu, mengambil pisaunya dan memberi isyarat kepada saya bahwa dia akan memotong kepala saya. Saya segera mendekati perahu dan mengambil langkah cepat."

"Bahasa tubuh anak laki-laki itu sangatlah penting. Dia menjelaskannya bahwa saya tidak diterima."

Sejak saat itulah, Pemerintah India melarang melakukan ekspedisi dengan pemberian hadiah, dan bahkan orang asing dilarang mendekati pulau itu.

Pengisolasian ketat orang-orang Sentinel dari kontak dengan dunia luar dapat menempatkan mereka beresiko terpapar penyakit yang mematikan, karena mereka cenderung tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit seperti flu dan campak.

Pandit mengatakan anggota ekspedisinya harus mengikuti prosedur ketat agar tidak menularkan penyakit menular. Hanya mereka yang sehat diizinkan melakukan perjalanan ke Sentinel Utara.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas