Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Seorang Pemuda Asal China Dituduh Melakukan Percobaan Pembunuhan dengan Racun Secara Perlahan

Mantan mahasiswa sebuah kampus swasta di Pennsylvania dituduh mencoba membunuh teman sekamarnya menggunakan racun secara perlahan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Seorang Pemuda Asal China Dituduh Melakukan Percobaan Pembunuhan dengan Racun Secara Perlahan
(SCMP / NORTHAMPTON COUNTY DISTRICT ATTORNEY/ kompas.com)
Pemuda asal China, Yukai Yang, dituduh meracuni teman sekamarnya memakai zat thallium.(SCMP / NORTHAMPTON COUNTY DISTRICT ATTORNEY) 

TRIBUNNEWS.COM, BETHLEHEM - Mantan mahasiswa sebuah kampus swasta di Pennsylvania dituduh mencoba membunuh teman sekamarnya menggunakan racun secara perlahan.

Pemuda asal China bernama Yukai Yang (22) merupakan mantan mahasiswa jurusan kimia di Universitas Lehigh, Bethlehem, Pennsylvania.

Dia dituduh membuat teman sekamarnya di asrama kampus menjadi sakit dengan mencampurkan zat thallium dan kemungkinan bahan kimia lainnya ke dalam makanan dan minuman milik temannya.

Aksi itu diyakini dilakukan Yang selama beberapa bulan selama musim semi tahun lalu.

Baca: Ketika Raja Salman Meresmikan Paviliun Indonesia di Festival Janadriyah

Demikian disampaikan jaksa penuntut dalam persidangan.

Akibat perbuatannya, Yang akan didakwa dengan tindak kejahatan percobaan pembunuhan, penyerangan yang memberatkan, serta pelanggaran lainnya.

Jaksa Distrik Northampton County, John Morganelli menyebut tuduhan itu aneh dan tak biasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Zat thallium tidak memiliki rasa maupun bau dan berbahaya bagi tubuh manusia.

Zat itu merupakan logam lunak yang digunakan secara internasional dalam perusahaan elektronik dan industri lainnya.

Zat ini pernah digunakan sebagai bahan pembuatan racun tikus di AS, tetapi telah dilarang sejak tahun 1970-an.

Baca: Satu Orang Tewas Akibat Aksi Penembakan di Ibu Kota Austria

Teman sekamar Yang, Juwan Royal, mengalami gejala mulai dari pusing, gemetar, dan muntah yang semakin buruk dari waktu ke waktu.

Hasil pemeriksaan positif menemukan adanya thallium di dalam darahnya.

Royal yang merupakan orang kulit hitam, kini telah lulus disebut terus menderita akibat gejala-gejala yang dialaminya.

Demikian kata pihak berwenang dilansir SCMP.
Yang sebelumnya telah dituduh melakukan intimidasi etnis karena tindakannya membuat sebuah mural rasis di kamar asrama mereka.

Royal dan Yang sempat menjadi teman sekamar selama beberapa tahun di Universitas Lehigh, Bethlehem sekitar 128 kilometer sebelah barat New York.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas