Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Polar vortex: Bagaimana warga AS bekerja di suhu minus 54 derajat celcius

Cuaca dingin ekstrem melanda Amerika Serikat, bahkan menewaskan sejumlah orang. Namun sebagian pekerja harus tetap bergelut dengan dingin karena

Temperatur udara turun drastis di berbagai wilayah Amerika Serikat saat fenomena alam yang disebut "polar vortex" menghembuskan udara Artik ke kawasan selatan.

Sejumlah sekolah dan pertokoan ditutup akibat kondisi itu. Beberapa negara bagian pun menetapkan status darurat. Delapan orang bahkan dilaporkan tewas akibat cuaca ini.

Namun ketika banyak orang berupaya menghangatkan diri di dalam rumah, ada sekelompok pemberani yang menghadapi dan mengadu nasib di luar ruangan.

'Dingin yang tak dapat dimengerti'

Brett Thicke adalah pengawas proyek pengerjaan fasilitas publik di Desa Richfield, Wisconsin. Selama cuaca ekstrem terjadi, Brett berkewajiban memastikan jalanan di pedesaan itu bersih dan aman untuk dilalui.

"Tak ada hal yang dapat saya bandingkan dengan situasi ini," ujar Brett.

"Saya berusaha mengingat suhu cuaca paling dingin yang pernah saya rasakan, lalu melipatgandakannya 10 kali. Yang terjadi saat ini adalah cuaca dingin yang tak dapat dijelaskan."

"Suhu di Richfield hampir -45 derajat celcius. Saat berjalan keluar ruangan, rasanya setiap akar berewok saya berdiri, bahkan ketika seluruh wajah saya tertutup," kata Brett.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mata mulai berair akibat angin yang kencang. Seketika pula air itu hampir membeku di ujung kelopak dan bulu mata."

"Bahkan dengan lapisan baju berbahan termal, suhu dingin menembus sepatu bot."

"Hari ini kami hanya dapat mengoperasikan mesin penyapu salju selama tiga jam karena cairan hidrolik tak berfungsi normal akibat temperatur udara."

"Selama bertahun-tahun saya bekerja, saya belum pernah melihat hal seperti ini," tuturnya.

Brett mengaku bangga karena bertugas memastikan masyarakat tetap selamat di jalanan dan memberi nafkah kepada anak-anaknya. Ia menyebut dua hal itu sebagai motivasi untuk tetap bekerja di suhu dingin yang ekstrem.

'Kerja keras agar tetap hangat'

Jim Garde bertugas memperbaiki pipa air yang bocor di Madison, Wisconsin, selama 16 tahun terakhir.

"Semakin dingin suhu udara, semakin sibuk pula kami bekerja. Anda hanya perlu mengatasinya," kata Jim.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas