Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Kisah perjalanan udara yang menentukan revolusi Islam Iran

Persis 40 tahun setelah revolusi Iran, jurnalis senior BBC mengingat kembali perjalanan udara yang mengantarkan Ayatollah Ruhollah Khomeini

Tribun X Baca tanpa iklan

Aturan tentang cara berpakaian wanita kadang memang ditegakkan dengan keras, namun republik Islam itu tidak pernah represif terhadap hak perempuan seperti yang rutin dilakukan Arab Saudi.

Para perempuan Iran menjalankan usaha, memiliki properti, mengendarai mobil, dan memainkan peran penting dalam perpolitikan.

Pemerintahan Iran saat ini barangkali yang paling liberal setelah revolusi terjadi. Ayatollah Khomeini mungkin tidak akan setuju, tapi pendekatan ini turut melindungi stabilitas Iran.

Kembali ke tahun 1986, ketika saya pertama kali diizinkan kembali ke Iran setelah revolusi bergulir. Saya mengambil kesimpulan tentang Iran yang baru: stabil tapi tidak permanen.

Penilaian itu mungkin masih cocok untuk Iran hari ini. Ada banyak kemarahan terhadap korupsi, namun tidak semasif tatkala Iran berada di bawah rezim monarki shah.

Iran terlihat sangat tenang karena tidak ada ancaman serius terhadap sistem yang berlaku.

Tapi sulit membayangkan upaya menyeimbangkan pemerintahan liberal lemah yang terpilih dengan dukungan massa dengan kekuatan konservatif kuat dapat dijalankan terus-menerus.

Rekomendasi Untuk Anda

Kegarangan, rasa dendam, dan perasaan tidak sentimental yang dibawa pulang Khomeini dari pengasingan, saat terbang menumpang Boeing 747, sudah jauh merada, tapi tetap terasa di Iran.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas