Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Ketika ayah ke pengadilan menuntut anak memberinya uang perawatan

Seorang ayah menunutut anak kandungnya sendiri ke pengadilan setelah mengklaim sang anak tak mau memberinya uang perawatan.

Tribun X Baca tanpa iklan

Meskipun demikian, perubahan kebijakan kemungkinan akan menghadapi penolakan di negara seperti AS dan Inggris. Akademisi Harvard, James Sabin mengatakan kecil kemungkinan hukum seperti ini akan didukung di AS.

Ia mengatakan AS berada di "kutub lain" dibandingkan negara yang memperhatikan masyarakat seperti Singapura.

"Sebagai sebuah masyarakat kami relatif tidak ingin mencampuri hak pribadi," katanya.

Dia juga menekankan kemungkinan bahaya dalam kasus di mana anak memandang orang tua tidak berhak mendapatkan perawatan.

"Sejumlah orang akan mengatakan, 'orang tua saya menelantarkan saya, orang tua saya melecehkan saya' ... sangat berbeda dengan pandangan Confucian terhadap generasi yang lebih tua," kata Profesor Sabin.

"Saya berpikir kita tidak ingin bergantung kepada pengadilan terkait dengan penilaian kemasyarakatan-kejiwaan seperti ini."

Tetapi bagi Taher, sistem di Bangladesh telah terbukti memberikan bantuan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia mencapai kesepakatan dengan anak laki-lakinya di luar pengadilan. Shahjahan sepakat membayar 10.000 taka atau Rp1,6 juta untuk ayahnya setiap bulan.

Sampai sejauh ini dia melaksanakan kesepakatan dan Taher mengatakan jika anak laki-lakinya tetap membayar, dia akan mencabut kasus dari pengadilan setempat di Chittagong.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas