Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Pria AS tulis obituari yang mencela diri sendiri demi peringatkan bahaya merokok

Pria AS yang meninggal akibat kanker paru karena merokok selama puluhan tahun, menulis obituari pribadi yang berisi peringatan akan bahaya merokok

Tayang:
Baca & Ambil Poin

"Saat kami tumbuh antara tahun 80an dan awal 90an, dia akan berbicara tentang bahaya merokok dan melarang kami untuk merokok."

Sarah menyebut obituari sang ayah sebagai "hal paling signifikan yang dia lakukan sepanjang hidupnya."

"Dia selalu ingin melakukan sesuatu yang besar. Saya sangat bangga akan tindakan tanpa pamrih yang dia lakukan dengan menulis obituari ini. Hal ini akan membuat dia selalu diingat. Ini adalah hal yang besar."

Turner meninggalkan seorang istri, lima anak dan empat cucu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS (CDC) mengatakan bahwa merokok adalah penyebab utama penyakit dan kematian yang paling dapat dicegah, dengan sekitar setengah juta orang meninggal karena kondisi yang berkaitan dengan kebiasaan merokok setiap tahun.

Menurut data WHO, tembakau adalah produk yang setiap tahun mengakibatkan lebih dari 7 juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar US$ 1,4 triliun, dihitung dari biaya perawatan dan hilangnya produktivitas karena kehilangan hari kerja.

Indonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Peningkatan konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas