Tribun

Penembakan di Selandia Baru

Pelaku Penembakan di Selandia Baru Pernah ke Turki, Erdogan Penasaran

Ia meminta agar hukuman ditegakkan bagi tersangka pelaku penyerangan tersebut.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Pelaku Penembakan di Selandia Baru Pernah ke Turki, Erdogan Penasaran
montase (Sumber : NZ Herald, girlaskguys, Facebook)
Brenton Tarrant saat dihadirkan di Pengadilan Christchurc, Selandia Baru, sempat memberi gestur 'Ok' yang diduga merupakan kode untuk pendukung kelompok supremasi kulit putih. 

TRIBUNNEWS.COM, ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu kemarin, mendesak pemerintah Selandia Baru untuk segera memberikan keadilan kepada para korban serangan di dua masjid di kota Christchurch, South Island, Selandia Baru.

Ia meminta agar hukuman ditegakkan bagi tersangka pelaku penyerangan tersebut.

Dikutip dari laman Australian Herald, Minggu (17/3/2019), dalam cuitan melalui akun Twitternya, ia mengutuk serangan yang terjadi pada Jumat siang menjelang sore itu.

"Saya mengutuk keras serangan teror terhadap Masjid Al Noor dan Linwood di Selandia Baru serta jamaah muslim di sana, semoga Allah mengampuni para korban dan memberikan pemulihan cepat bagi mereka yang terluka,".

Baca: Kesaksian WNI yang Lolos dari Serangan Teror di Selandia Baru

Ia menggambarkan insiden itu sebagai bentuk 'pembantaian'.

Kantor berita Turki Anadolu pun mengutip pernyataan Erdogan yang mengecam pelaku penyerangan, Brenton Tarrant.

Tarrant diketahui telah mengirimkan email manifesto sebanyak 87 halaman ke Kantor Perdana menteri Selandia baru Jacinda Ardern, sesaat sebelum melakukan serangan pada dua masjid di Christchurch.

Di dalam maninfesto itu, ia diduga menyebutkan pula tentang serangan tersebut.

Kunjungan yang dilakukan pemuda berusia 28 tahun itu ke Istanbul, Turki beberapa waktu lalu serta penyebaran ide-ide anti-migran dan anti-Muslim juga menjadi bagian dari data tersebut.

"Ia datang ke Istanbul selama tiga hari pada kali pertama, dan 40 hari pada kali kedua, tapi apa hubungannya ? Kita akan segera mengetahuinya," kata Erdogan dalam menghadapi manifesto.

Halaman
12
Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas