Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Dunia punya lebih banyak "kakek-nenek" dibandingkan cucu-cucu, apa dampaknya?

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah manusia berumur 65 tahun ke atas melampaui jumlah balita. Negara mana yang paling terkena dampak

Menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pertama kalinya dalam sejarah, jumlah orang tua berusia 65 tahun ke atas di dunia lebih banyak daripada jumlah balita pada tahun 2018.

Saat ini terdapat sekitar 705 juta penduduk berusia di atas 65 tahun di dunia, sementara yang berumur antara nol hingga empat tahun berjumlah 680 juta.

Kesenjangan yang melebar

Perbedaan jumlah kedua kelompok usia ini makin melebar, dan pada tahun 2050 diperkirakan akan ada dua manula untuk setiap satu balita.

Jurang yang melebar ini mencerminkan kecenderungan yang telah diamati oleh para ahli demografi selama beberapa dekade, bahwa di kebanyakan negara, manusia hidup lebih lama dan semakin sedikit melahirkan bayi.

Orang tua berolahraga
Getty Images
Populasi penduduk dunia semakin tua menurut PBB

Namun bagaimana kecenderungan ini akan mempengaruhi hidup kita? Atau jangan-jangan sudah terjadi?

Kakek nenek lebih banyak daripada jumlah cucu-cucu

Direktur Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington, Christopher Murray, mengatakan kepada BBC, "Di masa mendatang hanya akan ada sedikit anak-anak dan banyak manula, dan ini akan sangat sulit untuk mempertahankan masyarakat global."

Murray juga menulis sebuah makalah pada tahun 2018 yang menyatakan bahwa lebih dari separuh negara-negara di dunia menghadapi "baby bust" yang artinya tidak terdapat jumlah anak-anak untuk mempertahankan jumlah populasi.

Grandparents v grandkids. Percentage of under-5s and over-65s in the global population. Over-65s and under-5s in the world's population over the years (and projections) .
Rekomendasi Untuk Anda

"Coba pikirkan dampak sosial dan ekonomi pada masyarakat di mana jumlah kakek-nenek lebih banyak daripada jumlah cucu-cucu," katanya.

Pada tahun 1960, tingkat kesuburan dunia nyaris mencapai lima anak per perempuan, menurut Bank Dunia.

Hampir 60 tahun kemudian, angka itu menurun ke 2,4 anak per perempuan.

Di saat yang sama, kemajuan sosial ekonomi telah mengubah rata-rata usia harapan hidup. Di tahun 1960, rata-rata usia harapan hidup adalah 52 tahun, sedangkan di tahun 2017 menjadi 72 tahun.

Ini berarti orang hidup lebih lama dan membutuhkan lebih banyak sumber daya seiring dengan penuaan. Tekanan pun terjadi pada pensiun dan sistem pelayanan kesehatan.

Populasi orang tua

Masalah populasi yang menua lebih besar di negara-negara maju. Mereka cenderung memiliki angka kelahiran lebih rendah karena sejumlah alasan, terutama berkaitan dengan kemakmuran ekonomi.

Angka kematian anak rendah, alat kontrasepsi mudah didapatkan, dan membesarkan anak biayanya mahal.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas