Kisah seorang pesepeda yang diselamatkan hidupnya oleh anjing jalanan
Pesepeda keturunan Iran, Ishbel Holmes, bersahabat dengan seekor anjing jalanan yang ternyata mengubah garis hidupnya.
Aku tahu aku harus membuat keputusan, dan tak boleh membiarkan diri dimakan oleh pikiran ingin mati.
Aku merangkak keluar dari situasi itu dan memutuskan mendaftar sekolah serta membeli sepeda bekas. Selain transportasi murah, bersepeda juga bisa lebih cepat kemana-mana.
Aku mulai bergabung dengan klub sepeda lokal, satu-satunya perempuan di klub itu.
Ternyata aku mencintai bersepeda karena bisa membuatku lari dari masalah. Namun ternyata hidupku juga membaik karena banyak hormon endorphin keluar. Baru pertama kalinya aku merasa punya makna hidup di dunia ini.
Tahun 2014 sebuah velodrome di bangun di Glasgow untuk menyambut Commonwealth Games. Aku ikut untuk senang-senang, ternyata malah ditawari untuk ikut kompetisi nomer sprint.
Pada kompetisi pertamaku, aku berhasil mengalahkan juara bertahan dari Skotlandia, dan meraih medali emas.
Pada saat itulah aku berpikir kembali ke Iran, untuk melacak lagi akar keluargaku.
Di Teheran, mereka menawarkanku posisi di tim nasional Iran, dan kuambil kesempatan itu demi bisa terhubung kembali dengan negeriku dan ayahku.
Aku tak pernah mengurusi soal hak-hak perempuan sebelumnya tetapi saat bergabung dengan tim Iran, aku melihat perbedaan perlakuan yang tak menyenangkan.
Kami harus memakai hijab pada latihan di terik matahari. Juga kami tak boleh membawa telepon genggam dengan alasan yang dibuat-buat, sementara tim laki-laki tak mengalami perlakuan itu.
Aku mencoba memprotes, tapi tak berhasil, sampai akhirnya aku memutuskan meninggalkan semuanya dan pergi ke Turki. Di sana aku bertemu seorang pengendara motor yang sedang melakukan perjalanan jauh, dan aku lantas tahu apa yang kumau.
Aku kembali ke Skotlandia, menjual semua barangku dan terbang ke Nice, Prancis. Dari sana aku mulai petualanganku bersepeda keliling dunia.
Bertemu Lucy
Saat di Turki di tepi Laut Marmara aku bertemu Lucy. Kulihat ia berlari di belakang sepedaku. Kucoba mengayuh lebih cepat tapi ia mengejarku.
Baca tanpa iklan