Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perempuan Ini Dibakar Hidup-hidup Warga Kampung Karena Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual

Sekitar dua minggu sebelumnya, ia telah membuat pengaduan keluhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Perempuan Ini Dibakar Hidup-hidup Warga Kampung Karena Laporkan Dugaan Pelecehan Seksual
FAMILY HANDOUT via BBC
Nusrat Jahan Rafi 

TRIBUNNEWS.COM, BANGLADESH -  Nusrat Jahan Rafi, seorang gadis Bangladesh, disiram minyak tanah dan dibakar di sekolahnya.

Sekitar dua minggu sebelumnya, ia telah membuat pengaduan keluhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolahnya.

Keberaniannya dalam mengungkap pelecehan seksual dan kematiannya lima hari sesudah ia dibakar, serta segala hal yang terjadi di antara peristiwa-peristiwa itu telah mengguncang Bangladesh serta membawa perhatian pada kerentanan korban pelecehan seksual di negara Asia Selatan tersebut.

Nusrat, 19 tahun, berasal dari Feni, sebuah kota kecil 160 kilometer dari ibukota Dhaka.

Ia belajar di madrasah atau sekolah Islam di Bangladesh.

Kakak Nusrat Jahan beduka cita saat pemakaman. [SHAHADAT HOSSAIN].
Kakak Nusrat Jahan beduka cita saat pemakaman. [SHAHADAT HOSSAIN]. ()

Pada tanggal 27 Maret, ia menyatakan kepala sekolah memanggilnya ke kantornya dan berulang kali menyentuhnya dengan cara tak pantas. Sebelum keadaan menjadi lebih buruk, ia pun kabur dari ruang itu.

Baca: Bocah Ini Disebut Penerus Lionel Messi Setelah Cetak Dua Gol dalam Dua Menit

Banyak perempuan muda di Bangladesh memilih untuk menyimpan dalam-dalam pelecehan dan kekerasan seksual yang mereka alami karena takut tambah dipermalukan oleh keluarga atau masyarakat mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang membedakan dengan Nusrat Jahan adalah ia tidak hanya bicara, tapi ia juga melaporkan pelecehan seksual itu ke polisi dengan bantuan keluarganya pada hari ketika pelecehan seksual yang dituduhkan itu terjadi.

Di kantor polisi setempat, ia memberi pernyataan. Ia seharusnya disediakan tempat yang aman saat melaporkan pengalaman traumatisnya itu. Alih-alih, ia malah difilmkan oleh seorang petugas yang menerima laporannya saat menggambarkan siksaan yang ia hadapi.

Di rekaman video itu, terlihat jelas Nusrat merasa tertekan dan mencoba menyembunyikan wajahnya dengan tangan.

Polisi yang menerima pengaduannya terdengar mengatakan "tak apa-apa" dan meminta Nusrat menyingkirkan tangan dari wajahnya. Belakangan, rekaman video itu bocor ke media setempat.

'Saya mencoba membawanya ke sekolah'

Nusrat Jahan Rafi berasal dari kota kecil, datang dari sebuah keluarga yang konservatif, serta belajar di sekolah agama. Bagi seorang perempuan dalam posisinya, melaporkan pelecehan seksual bisa mendapat konsekuensi berat.'

Korban kerap menerima penghakiman dari komunitasnya, pelecehan - secara langsung maupun daring - dan dalam beberapa kasus, serangan fisik dengan kekerasan. Nusrat mengalami semua pengalaman tersebut.

Kerumunan besar berkumpul di kampung halaman Nusrat saat pemakamannya. [SHAHADAT HOSSAIN].
Kerumunan besar berkumpul di kampung halaman Nusrat saat pemakamannya. [SHAHADAT HOSSAIN]. ()

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas