Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Tujuh emosi yang sudah sirna atau telah berubah

Emosi - dan cara emosi itu sendiri terjadi, diekspresikan dan dibicarakan - dapat berubah seiring dengan berjalannya waktu dan membantu kita

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Istilah "moral insanity" atau kegilaan moral digunakan oleh dokter James Cowles Prichard pada tahun 1835.

"Pada hakikatnya itu berarti 'kegilaan emosional'." Dr Chaney menjelaskan.

"Karena untuk jangka waktu yang lama kata 'moral' berarti 'psikologis', 'emosional' dan juga, secara membingungkan berarti 'moral' dalam arti yang kita gunakan sekarang."

Pasien-pasien yang menurut Prichard dianggap "kegilaan moral" adalah mereka yang bertindak tidak biasa atau tidak menentu tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental.

"Ia (Prichard) merasa terdapat banyak pasien yang mampu hidup seperti orang lain, tetapi mungkin tidak mampu mengendalikan emosinya, atau tanpa diperkirakan, ia melakukan tindak pidana," jelas Dr Chaney.

"Kleptomania di kalangan perempuan terdidik, misalnya, dianggap sebagai gejala kegilaan moral karena perempuan-perempuan itu dinilai tidak perlu untuk mencuri."

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas