Kaisar Akihito bersiap turun takhta, setelah tiga dekade berkuasa
Kaisar Akihito mengatakan dia merasa tidak dapat menjalankan tugasnya karena kondisi kesehatan yang menurun
Ia dikenal karena menghilangkan penghalang antara rakyat dan monarki.
Kaisar jarang berinteraksi dengan publik, tetapi Akihito meredefinisi ulang peran kaisar- dan mulai dikenal karena belas kasihnya dengan para penyintas bencana.
Pada tahun 1991, dua tahun setelah ia naik takhta, Akihito dan permaisuri melanggar norma-norma dan berlutut untuk berbicara kepada orang-orang yang terkena dampak letusan gunung berapi di Nagasaki dan terus melakukannya.
Interaksi keduanya dengan orang-orang yang menderita penyakit kronis seperti kusta, yang terpinggirkan di Jepang, juga merupakan perubahan yang tajam dari keluarga kekaisaran di masa lalu.
Akhirnya, Akihito juga mengambil peran sebagai diplomat, yakni menjadi duta besar tidak resmi untuk Jepang dan bepergian secara luas ke negara-negara lain, sesuatu yang diharapkan akan terus dilakukan Naruhito.
Baca tanpa iklan