Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

'Dua perempuan muda menanti siapa yang akan lebih dulu meninggal'

Seorang perempuan menerima surat dari keluarga perempuan lain yang menjadi donor organ baginya, dan ia merinding membaca surat itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Alin Gragossian, 31, gemetar ketika membuka surat dari keluarga perempuan yang menjadi pendonor jantung baginya. Dua bulan sebelumnya, perempuan itu telah menyelamatkan hidupnya.

"Saya menerima telepon dari rumah sakit menyampaikan bahwa keluarga dari pendonor mengirim surat kepada saya. Perawat menawarkan untuk memindai surat itu dan mengirimkannya segera kepada saya. Namun saya menolaknya. Saya belum siap," kata Alin.

Dua hari kemudian surat itu tiba. Alin mengatakan ia menangis tersedu-sedu ketika membaca tentang perempuan muda "bersemangat" yang kematiannya memungkinkan ia mendonorkan jantungnya kepada Alin. Jantung perempuan itu telah menyelamatkan Alin.

"Aku paham sekali donor saya itu pasti manusia biasa juga, tetapi membaca tentang dia sebagai seorang manusia ditulis di atas kertas oleh keluarganya membuat segala sesuatunya tiba-tiba tampak begitu nyata," kata Alin.

"Setiap baris kalimat membuat saya merinding," kata Alin lagi. "Kami memiliki banyak sekali persamaan".

"Kami ini dulunya cuma dua orang perempuan yang terbaring di dua unit ICU berbeda, menunggu siapa yang akan meninggal terlebih dulu," kata Alin mengenang.

Alin menceritakan soal surat itu di media sosial dan berjanji akan memakai jantung si perempuan "untuk keperluan yang baik" dan menyatakan "terima kasih dari lubuk jantung hati kita yang terdalam."

Rekomendasi Untuk Anda

javascript:void(0)


Alin, yang berasal dari Philadelphia, adalah seorang dokter yang masih dalam masa pelatihan. Dia bekerja di bagian gawat darurat serta sedang mengambil spesialisasi untuk perawatan intensif.

"Sebelum ini, bagian pekerjaan saya adalah menelepon organisasi yang mengurusi donasi organ sesudah seorang pasien meninggal dunia. Sekarang saya paham betul apa artinya telepon seperti itu," katanya.


Alin sebelumnya menulis kepada keluarga pendonor, tetapi ia tidak bisa mengetahui apakah mereka membaca atau menerima suratnya.

Di Amerika Serikat, informasi tentang donor organ hanya dibuka kepada penerima jika pihak keluarga meminta hal itu atau setuju untuk dihubungi.

Proses persisnya berbeda di banyak negara, tetapi pusat transplantasi umumnya bertindak sebagai perantara antara keluarga pendonor dan penerima.

Karena tak ada cara untuk menghubungi mereka secara langsung, Alin memutuskan untuk menulis jawaban dari surat itu di blognya.

Alin Gragossian dengan luka di dada
Alin Gragossian
Alin Gragossian sebulan sesudah operasi pencangkokan jantung.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas