Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Lawan Gerakan Anti-semitisme, Pemerintah Jerman Minta Warga Pakai Kippah

Kebijakan tersebut sekaligus menarik peringatan yang dikeluarkan sebelumnya terhadap penggunaan kippah

Lawan Gerakan Anti-semitisme, Pemerintah Jerman Minta Warga Pakai Kippah
AFP
Dua orang Yahudi Ultra Ortodoks berjalan melewati sebuah poster besar foto Paus Fransiskus yang dipasang di fasad Christian Information Centre di Kota Tua Yerusalem. 

TRIBUNNEWS.COM - Sikap anti-semitisme belakangan ini muncul ke permukaan di sejumlah negara di Eropa, salah satunya di Jerman.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Jerman meminta rakyat agar memakai topi tradisional Yahudi, kippah, sebagai bentuk solidaritas atas lonjakan tindakan anti-Semitisme.

Baca: Serangan Antisemitisme Meningkat, Warga Yahudi di Jerman Diimbau Tidak Pakai Kippah

Kebijakan tersebut sekaligus menarik peringatan yang dikeluarkan sebelumnya terhadap penggunaan kippah.

Komisaris anti-Semitisme pemerintah Jerman, Felix Klein, pada pekan lalu memicu kegemparan pada pekan lalu.

Dia memperingatkan warga Yahudi agar tidak mengenakan kippah di depan umum setelah meningkatnya berbagai serangan.

Dewan Pusat Yahudi di Jerman juga telah mengeluarkan beberapa peringatan tentang mengenakan kippah di depan umum.

Diwartakan kantor berita AFP, Senin (27/5/2019), Presiden Israel Reuve Rivlin terkejut dengan peringatan Klein.

Dia menuturkan, Jerman seperti menyerah pada gerakan anti-Semitisme.

Hal tersebut juga dia yakini sebagai bukti bahwa orang Yahudi tidak aman di Jerman.

Pada Senin malam, Klein seakan menarik ucapannya dan berbalik arah setelah Kanselir Jerman Angela Markel turun tangan melalui juru bicaranya.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas