Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Olimpiade 2020

Jelang Olimpiade 2020, Polisi Jepang Mulai Aktif Memeriksa Orang Asing

Kepolisian Jepang mulai aktif kembali melakukan pemeriksaan ke berbagai tempat terutama sekitar stasiun kereta api.

Jelang Olimpiade 2020, Polisi Jepang Mulai Aktif Memeriksa Orang Asing
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Para pemagang Indonesia baru datang di Bandara Internasional Haneda Tokyo belum lama ini. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kepolisian Jepang mulai aktif kembali melakukan pemeriksaan ke berbagai tempat terutama sekitar stasiun kereta api, bahkan juga mobil patroli keliling.

"Kita memang sudah diaktifkan untuk pengawasan sekeliling antisipasi berbagai kegiatan internasional seperti G20 akhir Juni nanti di Osaka," ungkap sumber kepolisian kepada Tribunnews.com, Rabu (12/6/2019).

Meskipun kegiatan berpusat di Osaka, aktivitas polisi menyasar ke seluruh tempat di Jepang, apalagi sejak terjadinya kasus penikaman terhadap anak-anak pada 28 Mei lalu di dekat Stasiun Noborito Kawasaki.

"Kemudian juga kasus kaburnya sekitar 1.600 pelajar Universitas Kesejahteraan Tokyo selama 3 tahun terakhir ini mengemuka, sehingga pencarian para penduduk ilegal semakin kami tingkatkan saat ini," tambahnya.

Belum lagi penjualan kartu identitas palsu, sedikitnya 19 WNI ditangkap dan dipenjarakan karena memperjualbelikan Zairyu Card (ID Card atau KTP Jepang) palsu dan masih terus dilakukan beberapa orang WNI.

"Kami sedang selidiki lainnya dan pada waktunya akan kami tangkap para pelaku tindak pidana jual beli ID palsu tersebut. Ini hukumannya sangat berat 3 tahun penjara, jadi tolong baik penjual maupun pembeli ID palsu janganlah lakukan hal tersebut," harap dia.

Pemeriksaan ke lapangan di tengah masyarakat oleh polisi Jepang sudah dilakukan sekitar 30 tahun lalu.

"Dulu sekali saya pernah pagi-pagi hanya transit di Ueno, tidak ke luar stasiun, tiba-tiba dipepet orang Jepang, digiring ke pojokan dan sambil memperlihatkan ID dia. Ternyata dia polisi berpakaian preman. Kebetulan saya waktu itu memang bajunya agak acak-acakan," ungkap MT, seorang WNI kepada Tribunnews.com.

Para pemagang Indonesia baru datang di Bandara Internasional Haneda Tokyo belum lama ini.
Para pemagang Indonesia baru datang di Bandara Internasional Haneda Tokyo belum lama ini. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sebelum MT menyerahkan Gaijin tourokusyo (sekarang Zairyu card), "Saya minta dia memperlihatkan sekali lagi ID dia, bener apa tidak dia polisi. Lebih galak yang mau diinterogasi, ya?" ungkap MT.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas