Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Vincent Lambert: Siapa sosok yang berada di pusat perdebatan hak untuk mati di Prancis?

Vincent Lambert berada dalam keadaan vegetatif - hidup tapi tak bisa bergerak sama sekali - sejak tahun 2008. Ia meminta haknya untuk mati,

Tribun X Baca tanpa iklan

Dokter mengatakan kerusakan otak yang dideritanya tak bisa disembuhkan.

Ia dibiarkan hidup hanya dengan air dan makanan yang diberikan lewat pipa di perutya. Ia bisa bernapas tanpa alat bantu, dan sesekali bisa membuka mata.

Rachel Lambert di European Court of Human Rights di Strasbourg, 7 Januari 2015
Getty Images
Rachel Lambert saat sedang menghadiri sidang di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa untuk kasus suaminya, pada sidang bulan Januari 2015.

Sesudah beberapa tahun berupaya memperbaiki keadaannya, tim medis Vincent menyarankan di tahun 2013 agar perawatan dihentikan - sesudah mereka berkonsultasi dengan istirnya, Rachel Lambert.

Di bawah hukum Prancis, Rachel adalah wali hukum Vincent dan ia memastikan bahwa sebelum kecelakaan Vincent sempat mengatakan tidak ingin hidup dengan alat bantu.

Dokter melakukan berbagai upaya untuk mencabut alat bantu hidupnya, tetapi karena tentangan orang tua Vincent, mereka harus melalui berbagai upaya hukum.

Mengapa kasusnya ke pengadilan?

Anggota keluarga Vincent Lambert tidak diajak berkonsultasi mengenai keputusan tim medis, maka mereka menentang saran pengakhiran hidup Vincent dalam pertarungan hukum yang panjang.

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak yang mendukung adalah istrinya, enam orang saudara-saudarinya, dan seorang keponakan. Sementara orang tua Vincent, Pierre dan Vivianne - keduanya penganut Katolik yang taat - serta dua orang saudaranya berkeras bahwa perawatan Vincent harus tetap dilanjutkan.

Pierre (kiri) dan Viviane Lambert ketika berkampanye 23 Juli 2015
Getty Images
Orang tua Vincent Lambert, Pierre (kiri) dan Viviane yang berkampanye selama bertahun-tahun untuk mempertahankan hidup anak mereka.

Pada puncak perseteruan di tahun 2015 orang tua Vincent mengedarkan sebuah video lewat kanal Katolik di situs YouTube yang memperlihatkan Vincent bereaksi terhadap anggota keluarganya.

Dokter yang merawat memprotes video ini karena dianggap memberi informasi sesat tentang kondisi Vincent dan memanipulasi publik luas.

Kasus Vincent kemudian meluas ke berbagai pengadilan, hingga ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, (ECHR).

EHCR mengukuhkan keputusan pengadilan Prancis yang memperbolehkan alat dukung hidup Vincent Lambert untuk dicabut.

Meskipun begitu, ketika itu dokter tidak menjalankan keputusan tersebut di tengah kekhawatiran soal keamanan seiring ketakutan yang diungkapkan oleh Pierre Lambert bahwa ada rencana untuk menculik Vincent.

Hak untuk banding ke pengadilan lebih tinggi pun sudah tidak ada lagi bagi pihak yang menentang, maka kemudian satu tim medis baru yang ditunjuk untuk menangani Vincent mulai mencabut alat dukung hidup untuknya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas