Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Cara Mengurangi Derita Anak Akibat Perpisahan Orang Tua

Orang tua mungkin saja punya alasan kuat untuk berpisah. Namun bagi anak-anak, ini adalah kehancuran dunia yang mereka kenal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Anak-anak yang pernah mengalami "orang tua yang saling berteriak" dapat melihat adanya perbaikan dalam kehidupan mereka sehari-hari setelah perpisahan. Namun bagi anak-anak yang orang tuanya tidak memiliki masalah yang jelas, tetapi tetap berpisah, kejadian ini dianggap sebagai tragedi besar.

Lantas, apakah anak-anak dari orang tua yang bercerai pasti akan menjadi tidak bahagia?

Beatrice Wypych mengatakan tidak.

Sebagai orang dewasa, penting bagi kita untuk berurusan dengan hal-hal yang kita alami sebagai anak-anak dan menempatkannya dalam sebuah konteks, ujarnya.

Anda dapat bertanya pada diri sendiri: Kompetensi apa yang telah saya peroleh lewat pengalaman-pengalaman sulit yang akan dapat membantu saya menjalani kehidupan yang memuaskan?

Psikolog setuju bahwa tafsiran negatif atau positif dari kisah hidup sendiri bisa menjadi penentu untuk kebahagiaan saat ini. "Tentu saja, ini terdengar lebih sederhana daripada kenyataannya," aku Wypych.

Hal pertama dan paling utama, orang tua yang berpisah harus mencoba melihat dunia melalui sudut pandang anak-anak mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Baru kemudian, bagi anak-anak, perceraian tidak harus menjadi malapetaka yang tidak berujung. (ae/vlz)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas