DPR AS sepakat 'kecam komentar rasis Presiden Trump'
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat sepakat merilis pernyataan berisi kecaman terhadap Presiden Donald Trump terkait komentarnya di
"Komentar-komentar dari Gedung Putih sangat memalukan, menjijikkan, dan komentar-komentar ini rasis," cetus Ketua DPR, Nancy Pelosi.
Kubu Republik mengatakan komentar Pelosi melanggar aturan. Pemimpin Fraksi Republik, Kevin McCarthy mengatakan komentar itu melanggar "aturan dan kepatutan" ruang parlemen.
Apa yang melatarbelakangi komentar Trump?
Sebelum Trump melontarkan cuitan yang menyuruh empat anggota Kongres pergi meninggalkan AS, Ocasio-Cortez, Tlaib, dan Pressley bersaksi di hadapan komite DPR pada Jumat (12/07) mengenai kondisi di pusat tahanan migran yang mereka kunjungi.
Mereka menyebut para migran ditahan dalam kondisi tak berperikemanusiaan.
Kesaksian itu sejalan dengan berbagai kritik yang kerap dilancarkan kubu Demokrat terhadap cara pemerintahan Trump dalam menangani migran di perbatasan.
Trump membela tindakan para petugas perbatasan dan mengatakan kondisi di pusat tahanan migran "punya penilaian bagus".
Selanjutnya, Trump melontarkan cuitannya terkait anggota Kongres.
Lebih jauh, pemerintahannya mengumumkan aturan baru yang berlaku pada 16 Juli.
Aturan ini melarang pemberian suaka kepada siapapun yang melintasi perbatasan di bagian selatan tanpa terlebih dulu mengajukan perlindungan di "setidaknya sepertiga dari seluruh negara" yang mereka lewati menuju AS.
Baca tanpa iklan