Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Penembakan di El Paso dan Dayton, AS: Setidaknya 29 orang tewas, pelaku 'akan dihukum mati'

Setidaknya 29 orang tewas dalam dua insiden penembakan massal di kota perbatasan dengan Meksiko, El Paso, Texas, dan di Dayton, Ohio, Amerika

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Setidaknya 29 orang tewas dalam dua insiden penembakan massal di kota perbatasan dengan Meksiko, El Paso, Texas, dan di Dayton, Ohio, Amerika Serikat.

Jumlah luka-luka di dua penembakan massal ini lebih dari 52 orang.

Dalam penembakan di El Paso, 20 orang meninggal dunia dan aparat penegak hukum setempat mengatakan pelakukanya akan dihukum mati.

Gubernur Texas Greg Abbott menyebutnya sebagai "salah satu hari paling mematikan dalam sejarah Texas".

Pembantaian itu terjadi di toko swalayan Walmart dekat Cielo Vista Mall, beberapa mil dari perbatasan AS-Meksiko.

Polisi telah menahan seorang pria berusia 21 tahun. Mereka mengatakan, tersangka adalah penduduk kota Allen di wilayah Dallas, sekitar 650 mil (1046km) timur dari El Paso.

Media AS melaporkan nama pria itu adalah Patrick Crusius.

Rekaman CCTV menunjukkan seorang pria yang diduga sebagai penembak di El Paso
AFP
Rekaman CCTV yang menunjukkan terduga pelaku penembakan telah tersebar.
Rekomendasi Untuk Anda

Gambar CCTV yang disebut menunjukkan pelaku penembakan dan disiarkan di media AS menunjukkan seorang pria mengenakan kaus warna hitam, mengenakan penutup telinga, dan mengacungkan senapan serbu.

Identitas para korban belum diungkap. Namun, Presiden Meksiko Manuel Lopez Obrador mengatakan tiga warga Meksiko telah tewas dan enam lainnya terluka dalam serangan tersebut, lansir kantor berita Reuters.

Serangan ini terjadi kurang dari sepekan sejak seorang remaja menembak tiga orang di festival kuliner di California.

Penembakan di Texas telah dijuluki sebagai insiden penembakan paling mematikan kedelapan dalam sejarah AS modern.

"Kami sebagai negara bagian bersatu mendukung para korban ini dan anggota keluarga mereka," kata Abbott.

"Kita harus melakukan satu hal hari ini, satu hal besok, dan setiap hari setelah ini — kita harus bersatu."

Polisi dan FBI menyelidiki apakah "manifesto" nasionalis kulit putih yang dibagikan secara anonim di sebuah forum internet adalah karya si pelaku penembakan. Dokumen tersebut mengatakan serangan itu menyasar komunitas Hispanik lokal.

Apa yang terjadi

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas