Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Bahaya, Wanita Ini Terkena Infeksi Otak Gara-gara Sering Pakai Cotton Bud Saat Bersihkan Kuping

Seorang Ibu di Australia, meregang nyawa karena sering pakai cotton bud untuk bersihkan kuping, terkena infeksi otak dan tuna rungu permanen.

Bahaya, Wanita Ini Terkena Infeksi Otak Gara-gara Sering Pakai Cotton Bud Saat Bersihkan Kuping
Grid.ID
Ilustrasi 

Seorang Ibu di Australia, meregang nyawa karena sering pakai cotton bud untuk bersihkan kuping, terkena infeksi otak dan tuna rungu permanen.

TRIBUNNEWS.COM - Siapa yang tahu ternyata cotton bud yang sering dipakai untuk membersihkan telinga hampir merenggut nyawa orang.

Dilaporkan oleh The Sun, Jasmine Small, 38, kini menderita gangguan pendengaran setelah merasakan sakit, kotoran telinga bau menyengat dan berwarna coklat di telinga kirinya.

Ibu itu mengatakan dia hampir mati karena infeksi otak setelah menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinganya.

Ia bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk perawatan setelah tidak dapat mendengar dari telinga kirinya.

Ia mengklaim bahwa dia pada awalnya tidak digubris oleh dokter rumah sekitar setempat.

 Di-bully Video Pamit-Kembali, Ria Ricis Mau Bunuh Diri, Oki Setiana Dewi Minta Tolong Ustaz

 Bayi Malang Ini Menderita Sepsis dari Infeksi Tenggorokan, Kaki dan Tangan Harus Diamputasi

CT scan  menemukan potongan kapas dari cotton bud yang terjebak di telinganya.
CT scan menemukan potongan kapas dari cotton bud yang terjebak di telinganya. (Yahoo 7 / Jasmine Small)

Selain itu dia juga merasakan rasa sakit ketika membersihkan telinganya dan sering mencium bau menyengat dan warna kecoklatan dari kotoran telinganya.

Dan tidak jarang kupingnya terlihat berdarah.

Ibu empat anak, dari New South Wales, Australia ini sebelumnya juga sudah diberi antibiotik oleh dokter tetapi mengatakan obat itu tidak membantu sama sekali.

Akhirnya pada tahun 2017 lalu, ia dirujuk ke dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan, yang melakukan CT scan terhadap kupingnya itu.

Halaman 2 ======>>

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas