Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Korea Utara tolak perundingan damai dengan Korea Selatan

Korea Utara mengatakan "tidak ada lagi kata-kata untuk bicara" dengan Korea Selatan, seraya terus melakukan uji coba rudal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Korea Utara menolak untuk melakukan perundingan lebih jauh dengan Korea Selatan.

Komite reunifikasi mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan pidato Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Kamis (15/08).

Pada Jumat (16/08) pagi, Korea Utara menembakkan dua rudal uji coba ke laut lepas pantai timurnya, kata militer Korea Selatan.

Ini merupakan uji coba keenam dalam kurang dari sebulan.

Enam hari lalu, Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke Laut Jepang.

Rentetan uji coba itu dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sepakat untuk memulai kembali perundingan denuklirisasi dalam pertemuan pada bulan Juni lalu.

Korea Utara telah menghadapi sanksi internasional karena mengembangkan senjata nuklir.

Apa kata Korea Selatan?

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pidato pada Kamis (15/08), yang menandai kebebasan Korea dari penjajahan Jepang, Presiden Moon berjanji akan menyatukan semenanjung Korea pada 2045.

Korea terbelah menjadi dua negara pada akhir Perang Dunia Dua.

Presiden Moon mengatakan tujuan mencapai denuklirisasi di semenanjung Korea berada pada "titik paling kritis", seiring perundingan antara Korea Utara dan Selatan tampak menemui jalan buntu.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjanji akan menyatukan semenanjung Korea pada 2045.
EPA
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjanji akan menyatukan semenanjung Korea pada 2045.

"Semenanjung Korea yang baru, yang akan membawa kedamaian dan kemakmuran bagi dirinya sendiri, Asia timur, dan dunia, menanti kita," ujarnya dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Apa reaksi Korea Utara?

Dalam sebuah pernyataan, Korut mempertanyakan apa artinya dialog "ketika latihan militer gabungan melawan kami di Korea Selatan terus berjalan".

"Yang jelas ialah semua ini bertujuan menghancurkan kami," kata seorang juru bicara tentang latihan militer, yang dimulai pada pekan lalu.

Korea Utara telah menunjukkan kemarahan terhadap latihan militer AS-Korea Selatan, menyatakan bahwa kegiatan tersebut melanggar kesepakatan yang dicapai bersama Presiden AS Donald Trump dan Jae-in.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas