Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Mengerikan, 6 dari 10 Orang Amerika Yakin Resesi Ekonomi Akan Terjadi Tahun Depan

Salah satu gara-garanya kebijakan perdagangan Trump yang menyulut perang dagang dengan China dan berisiko membawa ekonomi AS ke jurang resesi ekonomi.

Mengerikan, 6 dari 10 Orang Amerika Yakin Resesi Ekonomi Akan Terjadi Tahun Depan
Nicholas Kamm/AFP/Getty Images
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Dukungan politik bagi Donald Trump untuk terpilih lagi dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun depan makin berat. Hasil jajak pendapat terbaru Washington Post-ABC News menunjukkan dukungan bagi Trump makin melemah.

Salah satu gara-garanya kebijakan perdagangan Trump yang menyulut perang dagang dengan China dan berisiko membawa ekonomi AS ke jurang resesi.

Hasil poling Washington Post-ABC News memperlihatkan enam dari 10 warga AS mengatakan resesi kemungkinan terjadi pada tahun depan. Sekitar 43% berpendapat kebijakan perdagangan telah meningkatkan peluang resesi itu.

Jumlah itu lebih dari dua kali lipat dari 16% respondek yang mengatakan kebijakan Trump telah mengurangi kemungkinan resesi ekonomi. Sementara 34% lainnya mengatakan kebijakan Trump tidak membuat perbedaan.

Washington Post melaporkan, survei nasional yang dibuat terpisah oleh University of Michigan dan Conference Board menemukan bahwa kepercayaan konsumen turun pada bulan Agustus 2019, didorong oleh ekspektasi yang lebih rendah untuk masa depan ekonomi.

Tetapi seperti dengan jajak pendapat Post-ABC, peringkat ekonomi AS tetap positif.

Ketakutan akan terjadinya resesi telah menguasai sebagian besar spektrum politik, di tengah laju pertumbuhan pekerjaan yang melambat dan munculnya pembalikan kurva imbal hasil di pasar obligasi AS pada bulan lalu.

Pasar saham telah berputar-putar dalam beberapa pekan terakhir, dengan beberapa investor melihat perkembangan pasar obligasi bulan lalu sebagai pertanda resesi.

Baca: iPhone 11 Resmi Meluncur dengan Chip Terkencang di Dunia

Trump telah mengambil pendekatan yang tidak menentu dalam menanggapi gejolak ekonomi.

Misal menyerang Ketua The Federal Reserve Jerome Powell yang dipilihnya sendiri, mengambang dan kemudian meninggalkan rencana untuk pemotongan pajak baru, dan bimbang antara memuji dan mengecam Presiden China Xi Jinping di tengah perang perdagangan yang meningkat.

Baca: Apple Luncurkan Layanan TV Streaming Harga Murah Meriah untuk Libas Netflix

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas