Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Ramai di Medsos, Dilarang Nonton Bola di Stadion Perempuan Iran Bakar Diri

Kematian seorang perempuan Iran yang bakar diri akibat tidak diperbolehkan menonton sepak bola di stadion menyulut protes di sosial…

Di bawah peraturan agama yang diterapkan di Iran, perempuan dilarang untuk menonton sepak bola secara langsung di stadion. Namun tindakan putus asa seorang perempuan hingga membakar dirinya sampai tewas, menyulut protes dan seruan untuk perubahan.

Ribuan pengguna Twitter pun ramai-ramai menggunakan tagar Blue_Girl dan mencuitkan twit dalam bahasa Inggris untuk membuka mata masyarakat dunia.

Seorang pengguna Twitter dengan nama Mulanium dengan geram menyatakan bahwa Sahar Khodayari telah membakar dirinya sebagai tindakan protes. Dia mempertanyakan kapan orang-orang akan berbuat sesuatu tentang hal ini.

Sementara jurnalis yang pernah bekerja di Iran, Bahar Shoghi, mengatakan bahwa ini adalah kasus yang tragis bagi Iran.

Sahar dikenal sebagai si gadis biru atau blue girl.

Tindakan putus asa

Sahar Khodayari, perempuan asal Iran ini menyiramkan bensin dan menyulutkan api pada tubuhnya sendiri tanggal 1 September di Pengadilan Revolusi Islam di Teheran. Tindakan putus asa ini mengejutkan banyak orang Iran. Baru hari ini, media Iran melaporkan bahwa perempuan itu meninggal di rumah sakit pada hari Jumat (06/09) karena luka bakar yang parah.

Sahar Khodayari, usianya 29 tahun dan tidak ingin mendekam dalam penjara. Ia diancam hukuman penjara hingga enam bulan karena berpakaian sebagai laki-laki dan pergi menonton sepak bola di stadion. Di Iran, perempuan dewasa dan remaja dilarang mengunjungi stadion lapangan bola untuk menonton pertandingan.

Sahar adalah penggemar klub sepakbola Esteghlal Teheran. Para pemain klub ini bermain dengan mengenakan kaus biru. Dengan mantel biru panjang pada tanggal 12 Maret, Sahar pun ingin pergi ke stadion untuk menyaksikan secara langsung pertandingan Esteghlal melawan klub al-Ain dari Uni Emirat Arab. Dia ditangkap namun beberapa hari kemudian dibebaskan dengan jaminan, hingga persidangan 1 September itu.

Pihak berwenang "tidak mau ada kerepotan"

"Dia bukan hanya si 'gadis biru'. Sahar adalah perempuan di negara tempat para lelaki memutuskan apa yang harus atau tidak harus dilakukan perempuan. Kita semua bertanggung jawab atas penangkapan dan peristiwa pembakaran diri ini," tulis Parvaneh Salahshouri, pemimpin faksi perempuan di parlemen Iran dalam akun Twitternya.

Anggota parlemen yang berpikiran reformis dalam beberapa hari terakhir telah berulang kali membahas nasib si 'gadis biru' di parlemen.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas