Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anastasia Kaget Ditodong Pistol oleh Pacarnya Saat Hendak Dilamar

Namun ketika dia mendarat, kekasihnya tersebut mengirim pesan bahwa dirinya berhalangan karena ada urusan pekerjaan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco

Teman Sergei yang ditugaskan menjemput Anastasia mengetahui rahasia itu - pura-pura ketakutan ketika pria bertopeng menghentikan mereka.

'Suguhan' mahal

Lamaran ekstrem bisa jadi hanya berharga 700 rubel, atau setara Rp155 ribu, untuk sesi foto setengah jam dengan "anggota pasukan keamanan", hingga sekitar 60 ribu rubel, atau sekitar Rp13,2 juta untuk pertunjukan pasukan keamanan penuh.

Sergei harus merogoh kocek sebesar 30.000 rubel, atau sekitar Rp6,5 juta, untuk merealisasikan lamaran ekstremnya ini.

Sebelumnya, dia mempertimbangkan untuk mengajak teman-teman penegak hukumnya dan telah mendekati orang-orang dari Layanan Keamanan Federal untuk melakukan lamaran ini, namun mereka menolaknya - sesuatu yang membuat Sergei kini sedikit lega.

"Orang-orang dari tempat kerja bisa jadi sangat keterlaluan dan memecahkan sesuatu: mereka bisa menakutkan!"

Sergei Rodkin
[Sergei Rodkin mempekerjakan para petugas keamanan profesional, namun enggan membuka latar belakang mereka].

Pencipta Spetsnaz Show, Sergei Rodkin, mengatakan tidak ada batas atas harga jika klien benar-benar ingin terbawa suasana.

Pengusaha berusia 36 tahun itu mengatakan ia biasa menyelenggarakan pertunjukan gratis di tahun 2010 untuk teman-teman.

Rekomendasi Untuk Anda

"Segalanya menjadi semakin besar, dan setahun kemudian kami mulai melakukannya demi uang," katanya kepada BBC.

Lamaran ekstrem pertama muncul pada 2014. Pada 2015, beberapa waralaba Spetsnaz Show telah didirikan di seluruh Rusia. Sekarang ada 14 dari mereka - dan pesaing juga telah bermunculan.

Sergei and Anastasia

Rasanya nyata

Di antara para aktor adalah mantan polisi dan personel mantan militer, untuk memberikan keaslian pertunjukan. Mereka bekerja paruh waktu karena belum ada permintaan yang cukup untuk itu menjadi pekerjaan penuh waktu mereka.

Sergei mengatakan kliennya selalu menginginkan rutinitas razia narkoba yang sama.

"Mereka tidak punya imajinasi! Mereka semua menginginkan operasi khusus, penangkapan bersenjata, obat-obatan," keluhnya.

Baru-baru ini, kasus yang sangat nyata melibatkan polisi yang menuduh mereka menemukan narkoba pada wartawan investigasi Rusia Ivan Golunov.

Pada saat itu, jurnalis tersebut bersikeras bahwa obat itu disisipkan oleh petugas yang terlibat. Dia segera dibebaskan setelah polisi membatalkan tuduhan terhadapnya, karena kurangnya bukti.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas