Jacques Chirac: Mantan presiden Prancis yang legasinya ternoda korupsi meninggal pada usia 86 tahun
BBC melakukan kilas balik kehidupan Jacques Chirac, mantan presiden Prancis yang meninggal pada umur 86 tahun.
Jacques Chirac menjadi presiden Prancis selama dua masa jabatan dan membawa negaranya menerapkan mata uang tunggal Eropa.
Dia membawa Prancis dari Gaullism anti-Eropa menjadi pendukung konstitusi Uni Eropa.
Gaullist adalah prinsip dan kebijakan bekas pimpinan Prancis Charles de Gaulle yang dicirikan sikap konservatisme, nasionalisme, dan pemerintahan terpusat.
Chirac menolak memberikan dukungn invasi pimpinan AS terhadap Irak, sehingga semakin memperburuk hubungannya dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Reputasinya di dalam negeri ternoda karena setelah meninggalkan Istana Élysée, dia dihukum karena melakukan korupsi saat menjadi wali kota Paris.
- Mantan Presiden Chirac dinyatakan bersalah
- Prancis tangguhkan sidang Jacques Chirac
- Mantan Presiden Prancis, Jacques Chirac, akan diadili
Jacques René Chirac dilahirkan pada tahun 1932, sebagai anak laki-laki manajer bank yang kemudian menjadi direktur perusahaan pesawat terbang Dassault.
Dia masuk akademi elite bagi pegawai negeri Ecole Nationale d'Administration.
Saat muda, Chirac sempat terlibat dengan paham komunisme dan pasifisme.
Dia pernah menjadi bagian pasukan cadangan Prancis dan terluka saat perang penjajahan Prancis di Aljazair.
Pada tahun 1960-an dia bekerja bagi Perdana Menteri Gaullist, Georges Pompidou.
Dialah yang menjadikan Chirac sebagai menteri junior di tahun 1967.
Tahun 1974, Gaullist mengalami titik balik.
Chirac memimpin perlawanan terhadap calon resmi Gaullist, Jacques Chaban-Delmas, dan mendukung Valéry Giscard d'Estaing sebagai presiden.
- Pengadilan eks Presiden Prancis dimulai
- Gelombang panas menewaskan hampir 1.500 orang di Prancis
- Mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy akan diadili
Ternoda
Presiden d'Estaing kemudian mengangkatnya menjadi perdana menteri.
Baca tanpa iklan