Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kejayaan Presiden Xi Jinping di Perayaan 70 Tahun Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok

Republik Rakyat Tiongkok didirikan oleh pemimpin Partai Komunis China Mao Zedong pada 1 Oktober 1949.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kejayaan Presiden Xi Jinping di Perayaan 70 Tahun Berdirinya Republik Rakyat Tiongkok
BLOOMBERG
Sekitar 30 ribu masyarakat diprediksi akan menghadiri parade militer perayaan ulang tahun kemerdekaan China yang rencananya digelar selama 80 menit. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Peringatan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang jatuh tiap 1 Oktober 2019, biasanya ditandai pidato, pengibaran bendera, kembang api dan simbol perayaan sejenisnya.

Pada Hari Nasional Tiongkok itu, biasanya akan ada pertunjukan pawai massa.

Menariknya, untuk kali ini akan ada parade militer karena 2019 merupakan tahun kejayaan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Dikutip dari laman Bloomberg, Minggu (29/9/2019), tahun ini membawa signifikansi khusus bagi dirinya sekaligus menandai 70 tahun pemerintahan Partai Komunis, satu tahun lebih lama dari Uni Soviet.

Tahun 2019 juga dianggap sebagai tahun polemik bagi Tiongkok, hal itu karena adanya serangkaian tantangan potensial.

Mulai dari kenaikan harga, perlambatan ekonomi di daratan, protes pro-demokrasi di Hong Kong hingga pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang lebih konfrontatif.

Rekomendasi Untuk Anda

Republik Rakyat Tiongkok didirikan oleh pemimpin Partai Komunis China Mao Zedong pada 1 Oktober 1949.

Baca: Hari Ini BEM Seluruh Indonesia Siapkan Demo Akbar Tolak Revisi UU KPK

Itu terjadi setelah empat tahun mengalami perang saudara dengan Partai Nasionalis atau Kuomintang, pasca berakhirnya pendudukan Jepang selama Perang Dunia (PD) II.

Baca: APBN 2019 Diperkirakan Makin Tekor karena Defisit Anggaran yang Berpotensi Melebar

Selama beberapa dekade, kedua belah pihak telah berjuang mati-matian untuk mengisi kekosongan kekuasaan yang ditinggalkan oleh Revolusi Tiongkok 1911 yang mengakhiri masa Dinasti Qing.

Baca: Fahri Hamzah: Jokowi Bisa Jatuh di Tengah Jalan Kalau Pilih Kabinet Isi Pembebek dan ABS

'Jatuhnya' daratan Tiongkok ke komunisme pada 1949, membuat Amerika Serikat (AS) saat itu menunda hubungan diplomatiknya dengan Tiongkok selama beberapa dekade.

KMT dan 1,5 juta pengungsi pun melarikan diri ke pulau Taiwan, di mana mereka membentuk pemerintahan 'saingan'.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas