Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version
Deutsche Welle

Setelah Serangan Teror Halle, Perlindungan Sinagoge di Jerman Jadi Sorotan

Hanya karena pintu sinagoge di Halle tidak berhasil dibobol penyerang, pembantaian berdarah warga Yahudi yang sedang beribadah terhindarkan.…

Di pintu kayu berat di sinagoge Halle masih terlihat lubang peluru. Pintu kayu besar itu yang memisahkan warga Yahudi dari penyerang yang mencoba menyerbu masuk dengan membawa senjata dan bahan peledak hari Rabu (9/10).

Penyerang berusaha membobol pintu dengan tembakan dan granat tangan, namun gagal dan akhirnya meninggalkan lokasi. Mungkin frustasi, dia menembak mati seorang perempuan yang kebetulan lewat dan seorang pria yang ada di kedai makan dekat tempat itu.

Di belakang pintu di dalam sinagoge, sekitar 80 warga Yahudi sedang berkumpul untuk untuk memperingati Yom Kippur, hari besar terpenting dalam kalender Yahudi.

"Saya pertama-tama harus memahami apa yang terjadi," kata Max Privorozki, pemimpin komunitas Yahudi di kota Halle, negara bagian Sachsen-Anhalt. Privorozki bisa mengamati aksi penyerang lewat kamera pengawas dan kemudian memanggil polisi. Beberapa orang di dalam sinagoge sempat memindahkan perabotan untuk menghalangi pintu, lalu berlindung ke dapur di bagian dalam gedung.

Max Privorozki mengatakan, polisi tiba di tempat kejadian sekitar 10 menit setelah mendapat laporan. Polisi kemudian mengidentifikasi penyerang sebagai Stephan Balliet, warga Jerman yang terpapar propaganda klebencian ekstremis kanan Neonazi.

Aparat keamanan lengah?

Yang jadi sorotan dan pertanyaan publik sekarang, mengapa tidak ada perlindungan polisi di sinagoge pada hari besar Yom Kippur di Halle? Banyak institusi Yahudi di Jerman secara rutin mendapat penjagaan dari polisi.

"Di Halle, di Sachsen-Anhalt, kami biasa terus-menerus berhubungan dengan polisi," kata Privorozki.

"Polisi mengatakan sudah ada kendaraan polisi yang menengok secara sporadis - saya tidak tahu seberapa sering. Mereka mengatakan: "Kalau Anda tidak melihat (mobil) polisi, bukan berarti polisi tidak ada di sana.'

Josef Schuster, presiden Dewan Pusat Yahudi di Jerman mengatakan, kalau ada satu polisi saja yang saat itu menjaga sinagoge, penyerang bisa segera dilucuti. Itu saja sudah bisa mencegah dua orang terbunuh.

"Jelas, situasi di sana belum dipahami dan dinilai dengan baik sebelumnya," kata Josef Schuster.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Sumber: Deutsche Welle
  Loading comments...
© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas