Bagaimana kolonialisme membentuk 'body shaming'
Ketakutan terhadap berat badan bukan hal baru. Di masa kolonial, itu merupakan alat bagi para orang yang mengaku-aku "beradab" untuk menjustifikasi
Ia berkata soal berat tubuhnya"Berat badan saya bisa saja berkurang 9 kilogram, tapi dada dan pantat saya akan tetap sama. Memang begitu adanya."
Kekhawatiran dampak obesitas terhadap kesehatan memang wajar. Namun Strings mengkritik penggunaan indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) sebagai ukuran berat badan karena akan memberi stigma pada orang gemuk.
String percaya masalah sebenarnya - termasuk di antaranya ketersediaan makanan bergizi - tetap belum di sentuh.
"Kita terlalu sering menyalahkan pilihan makan orang lain ketimbang berkampanye soal ketersediaan makanan bergizi dan air bersih," katanya.
Sumber: BBC Indonesia
Berita Populer
Baca tanpa iklan