Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Trump Pastikan Pemimpin ISIS al-Baghdadi Tewas dalam Operasi Khusus AS

Donad Trump pastikan Abu Bakr al-Baghdadi tewas dalam operasi khusus AS di provinsi Idlib, Suriah. Kematian pemimpin ISIS ini dianggap…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Minggu (27/10), bahwa pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi tewas di wilayah utara Suriah.

"Tadi malam, Amerika telah memberi pemimpin teroris nomor satu di dunia itu dengan apa yang dinamakan keadilan. Abu Bakr al-Bahdadi telah tewas,” ujar Trump.

"Dia tersudut di ujung terowongan ketika anjing-anjing pelacak kami memburunya,” Trump menambahkan. Al-Baghdadi diketahui meledakkan diri dengan rompi yang berisi bahan peledak ketika ia telah terpojok di sebuah terowongan. Ledakan tersebut juga menewaskan tiga orang anaknya.

Pasukan khusus AS baru dapat mengidentifikasi jasad al-Baghdadi 15 menit setelah ia meledakkan diri, dengan melakukan tes DNA di tempat kejadian perkara. Kepastian tes DNA ini sangat penting, kerna sebelumnya al-Baghdadi beberapa kali pernah dikabarkan tewas.

Tidak ada korban jiwa dari pihak AS selama operasi khusus tersebut berlangsung.

Ketakutan saat hendak ditangkap

Menurut Trump, pasukan AS berhasil mengumpulkan sejumlah dokumen penting mengenai organisasi ISIS, termasuk informasi mengenai sejarah ISIS dan rencana mereka ke depan.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump memaparkan bahwa intelijen Amerika telah memantau keberadaan al-Baghdadi selama dua minggu terakhir.

"Di saat-saat terakhir masa hidupnya, ia sangat ketakutan, panik, takut akan datangnya pasukan khusus Amerika,” jelas Trump.

"Dia adalah orang gila dan bejat, namun sekarang ia telah pergi,” imbuhnya.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, menyampaikan awalnya operasi tersebut bertujuan untuk menangkap al-Baghdadi hidup-hidup.

Nama al-Baghdadi muncul saat ia mengumumkan membangun negara kekhalifahan di wilayah Suriah dan Irak dibawah naungan organisasi teror pada tahun 2014 silam.

Reaksi dunia

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan tewasnya al-Baghdadi adalah momen penting, tetapi ia juga memperingatkan bahwa tewasnya al-Baghdadi tidak menandai berakhirnya ISIS.

"Kematian al-Baghdadi adalah momen penting bagi perjuangan kita dalam melawan terorisme, tapi perlawanan kita terhadap mereka, kaum Daesh, belum berakhir,” ujar Johnson. "Kami akan bekerja sama dengan para rekan kami untuk mengakhiri peristiwa pembunuhan dan perilaku barbar kaum Daesh untuk selamanya.”

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, juga berkomentar atas kematian al-Baghdadi. "Bersama para rekan kami, kami terus berperang melawan ISIS dan akan menstabilkan kondisi di wilayah tersebut.”

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas