Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menginjak Ranjau dalam Perjalanan ke Sekolah, 9 Anak Tewas

Menginjak ranjau dalam perjalanan ke sekolah, sembilan bocah di Afghanistan tewas.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menginjak Ranjau dalam Perjalanan ke Sekolah, 9 Anak Tewas
YOUTUBE
ILUSTRASI - Menginjak ranjau dalam perjalanan ke sekolah, sembilan bocah di Afghanistan tewas. 

TRIBUNNEWS.com - Setidaknya sembilan anak di Afghanistan tewas terkena ledakan ranjau.

Insiden tersebut terjadi di distrik Darqad, Provinsi Takhar, ketika mereka berangkat ke sekolah, demikian keterangan polisi.

Dalam perjalanannya menuju sekolah, sembilan bocah malang tak sengaja menginjak ranjau yang ditanam di jalan.

Dikutip dari AFP, juru bicara pemerintah Provinsi Takhar, Jawad Hejri, mengatakan, mereka merupakan anak laki-laki itu berusia 7-11 tahun.

"Pukul 08.30, secara tragis 9 anak sekolah menjadi martir di ladang ranjau yang sengaja dipasang oleh Taliban," ujar Hejri dalam keterangan resmi.

Adapun sebagaimana diwartakan The Independent, kepala polisi Takhar, Sayed Mehraj Sadat, menyebut mereka tewas dalam hari sekolah di Afghanistan.

Sadat menyatakan, ada kemungkinan Taliban memasang bom itu untuk menargetkan pasukan pemerintah yang sering melewati jalan tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Juru bicara polisi provinsi Khalil, Asir, berujar, Darqad adalah area yang dikuasai Taliban.

Dimana mereka memasang perangkap sejak pasukan Afghanistan memulai operasi.

"Sayangnya hari ini (Sabtu), salah satu ranjau tersebut meledak."

"Dan membunuh 9 siswa yang masih duduk di bangku SD," jelas Asir.

Dia menambahkan, diantara para korban, terdapat satu anak yang dikabarkan berasal dari "keluarga Taliban".

Meski begitu, hingga kini kelompok itu tak memberi jawaban.

Oktober kemarin, PBB merilis laporan terkait jumlah warga sipil yang terbunuh atau terluka di Afghanistan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" sepanjang Juli hingga September 2019.

Tercatat 1.174 korban tewas dan 3.139 penduduk yang terluka dalam periode 1 Juli sampai 30 September.

Naik 42 persen dibanding sebelumnya.

PBB menyatakan, jumlah itu terjadi karena adanya "elemen anti-pemerintah" seperti Taliban, yang memberi perlawanan selama 18 tahun terakhir.

Kelompok pemberontak itu sering menggunakan bom hingga ranjau untuk menyasar tentara Afghanistan.

Namun senjata itu juga melukai warga sipil.

April lalu, misalnya.

Tujuh anak tewas dan 10 lainnya terluka di Provinsi Laghman ketika mortar meledak tatkala mereka sedang bermain.

Konflik bertahun-tahun membuat Afghanistan dipenuhi ranjau, roket, maupun mortar, di mana semuanya ditemukan oleh anak-anak yang penasaran.

(KOMPAS.com/Ardi Priyatno Utomo)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "9 Anak Tewas di Afghanistan Terkena Ledakan Ranjau Saat Berangkat ke Sekolah"

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas