Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Iran Kumpul di Isfahan Peringati Kegagalan Operation Eagle Claw Amerika Serikat

Lokasi yang dijadikan lokasi warga Iran berkumpul adalah tempat reruntuhan pesawat tempur AS di provinsi Isfahan.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warga Iran Kumpul di Isfahan Peringati Kegagalan Operation Eagle Claw Amerika Serikat
Tribunnews.com/(Tangkap layar Al Mayadeen)
PESAWAT AS HANCUR - Gambar Pesawat AWACS E-3 Sentry buatan AS yang hancur total dirudal Iran. Pesawat ini disebut 'mata Amerika' ada di Pangkalan Udara al-Kharj di Arab Saudi. Gambar dirilis 29 Maret 2026. (Tangkap layar Al Mayadeen) 

Warga Iran Kumpul di Isfahan Peringati Kegagalan Operation Eagle Claw AS

 

TRIBUNNEWS.COM - Warga Iran dilaporkan berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat tempur Amerika Serikat (AS) untuk memperingati ulang tahun kegagalan operasi AS tahun 1980.

Lokasi yang dijadikan lokasi warga Iran berkumpul adalah tempat reruntuhan pesawat tempur AS di provinsi Isfahan.

Baca juga: Sendirian di Gurun Iran, Cerita Penyelamatan Pilot AS: Insiden Black Hawk Down Nyaris Terulang

"Mereka berkumpul untuk memmeringati ulang tahun ke-46 Operasi Cakar Elang (Operation Eagle Claw) militer AS tahun 1980, sebuah upaya untuk menyelamatkan lebih dari 50 warga Amerika yang disandera di kedutaan AS di Teheran setelah revolusi Islam Iran," tulis laporan WN, Minggu (26/4/2026).

Dalam konteks peperangan yang terjadi saat ini, militer Iran mengklaim juga mampu menjatuhkan sejumlah pesawat AS.

Pada awal April 2026, Militer Iran menyebut kalau empat pesawat AS hancur selama operasi penyelamatan seorang awak pesawat tempur yang jatuh.

Seputar Operasi Eagle Claw

Rekomendasi Untuk Anda

Operation Eagle Claw adalah operasi militer Amerika Serikat yang diluncurkan pada April 1980 untuk menyelamatkan 52 diplomat dan warga AS yang disandera di Kedutaan Besar AS di Teheran, Iran.

Penyanderaan ini terjadi setelah Revolusi Iran 1979, ketika kelompok mahasiswa garis keras mengambil alih kedutaan dan menahan para staf sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan AS.

Misi penyelamatan dirancang sangat kompleks, melibatkan kombinasi pasukan khusus, pesawat angkut, dan helikopter yang harus menempuh rute panjang dari kapal induk di Laut Arab menuju wilayah gurun Iran.

Titik awal operasi berada di lokasi terpencil yang dikenal sebagai “Desert One”, yang berfungsi sebagai tempat pertemuan awal sebelum melanjutkan ke tahap infiltrasi ke Teheran.

Namun, operasi menghadapi berbagai kendala sejak awal.

Cuaca buruk berupa badai pasir (haboob) mengganggu navigasi dan menyebabkan beberapa helikopter mengalami kerusakan.

Dari delapan helikopter yang direncanakan, hanya lima yang dinyatakan siap melanjutkan misi—di bawah jumlah minimum yang dibutuhkan.

Kondisi ini memaksa komandan operasi merekomendasikan pembatalan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas