Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kabar Duka, Masinis Tragedi Bintaro I Slamet Suradio Meninggal Dunia

Masinis dari tragedi kecelakaan kereta api Bintaro I yang terjadi pada tahun 1987 meninggal dunia hari ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kabar Duka, Masinis Tragedi Bintaro I Slamet Suradio Meninggal Dunia
YouTube Narasi Newsroom
MENINGGAL DUNIA - Masinis tragedi Bintaro I, Slamet Suradio, meninggal dunia pada Rabu (3/6/2026). Namanya sempat menjadi perhatian publik setelah kereta yang dikendarainya terlibat kecelakaan maut. Dalam tragedi yang terjadi pada tahun 1987 itu, total ada 156 orang tewas dan 300 luka-luka. 

TRIBUNNEWS.COM - Masinis tragedi kereta api Bintaro I, Slamet Suradio meninggal dunia pada Rabu (3/6/2026) dalam usia 86 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh konten kreator, Alvan Rivai dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, turut berduka cita atas wafatnya Bapak Slamet Suradio, masinis Tragedi Bintaro 1. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni segala dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya," tulis Alvan.

Alvan mengunggah foto dirinya ketika bertemu dengan Slamet Suradio sebulan yang lalu.

"Foto ini diambil sekitar satu bulan yang lalu saat kami dan teman-teman berkunjung ke rumah beliau," katanya.

Hingga kini, belum diketahui penyebab dari meninggalnya Slamet Suradio

Sebagai informasi, tragedi Bintaro I merupakan kasus kecelakaan kereta api yang terjadi pada 19 Oktober 1987 lalu di perlintasan Kampung Pondok Betung, Bintaro, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Baca juga: Mengenang Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987, Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda

Kecelakaan maut ini melibatkan dua kereta api yakni KA 225 dan KA 220 Patas Merak.

Berdadsarkan penyelidikan yang dilakukan, penyebab kecelakaan maut ini terjadi ketika KA 225 tiba di Stasiun Sudimara, Tangerang Selatan.

Pada momen tersebut, KA 225 seharusnya menunggu kereta dari arah berlawanan yakni KA 220 Patas Merak untuk lewat terlebih dahulu.

Namun, lantaran adanya masalah komunikasi antara petugas Stasiun Sudimara dan Stasiun Kebayoran, KA 225 justru diberangkatkan tanpa adanya konfirmasi kabar aman.

Akibatnya, kedua kerata api pun bertabrakan dan membuat beberapa gerbong terguling hingga hancur lebur.

Kasus ini menjadi kecelakaan paling berdarah dan mematikan dalam sejarah kererta api di Indonesia.

Pasalnya, tragedi ini mengakibatkan 156 orang meninggal dunia dan lebih dari 300 orang luka-luka.

Slamet Suradio Jadi Tersangka, Dipecat, Tak Dapat Uang Pensiun

Di sisi lain, Slamet Suradio yang berstatus sebagai tersangka dalam kecelakaan maut ini.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas