Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Remaja Pecandu Game Ditemukan Tewas Meringkuk di Depan Komputer, Diduga Karena Bermain Semalaman

Seorang remaja 17 tahun ditemukan meninggal dunia di depan komputernya setelah bermain game tanpa henti di kamar.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Fathul Amanah
zoom-in Remaja Pecandu Game Ditemukan Tewas Meringkuk di Depan Komputer, Diduga Karena Bermain Semalaman
via Daily Mail
Remaja Pecandu Game Ditemukan Tewas Meringkuk di Depan Komputernya, Diduga Karena Bermain Semalaman 

Remaja Pecandu Game Ditemukan Tewas Meringkuk di Depan Komputernya, Diduga Karena Bermain Semalaman

TRIBUNNEWS.COM - Seorang remaja 17 tahun ditemukan meninggal dunia di depan komputernya setelah bermain game tanpa henti di kamar.

Dilansir Daily Mail (6/11/2019), remaja asal Udon Thani, Thailand bernama Piyawat Harikun ini sedang dalam masa liburan sekolah semenjak akhir bulan Oktober 2019.

Ia pun memanfaatkan waktu luangnya dengan bermain game di komputernya.

Orangtua Piyawat Harikun berkata anaknya bermain game semalaman.

Saat matahari mulai terbit, ia menutup gorden jendelanya dan lanjut bermain.

Baca: Sopir Taksi Online Ceritakan Detik-detik Penumpang Melahirkan di Mobilnya, Sang Ibu Berteriak Keras

Rekomendasi Untuk Anda

Saat orangtuanya mengantar makanan ke kamar, mereka meminta Piyawat untuk berhenti.

Piyawat Harikun
Piyawat Harikun (via Daily Mail)

Akan tetapi Piyawat tidak menghiraukannya.

Piyawat yang sudah tak bernyawa pertama kali ditemukan oleh sang ayah.

Ayah Piyawat masuk ke kamar anaknya pada Senin (4/11/2019) sore dan melihat sang anak terjatuh dari kursinya, meringkuk di sisi tempat tidur.

Di meja komputernya, ada banyak kotak makanan dan botol minuman di dekat kakinya.

Baca: Foto-foto Konyol Perbedaan Gaya Ibu dan Ayah Mengasuh Anak: Ibu Cenderung Hati-hati, Ayah Santai

Piyawat Harikun
Piyawat Harikun (via Daily Mail)

Sementara itu, headphone-nya diletakkan di atas CPU komputer.

Sang ayah yang merupakan Tentara Angkatan Udara mencoba menyelamatkan anaknya, namun sudah terlambat.

Piyawat Harikun
Piyawat Harikun (via Daily Mail)
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas