Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Ratu kripto: Bagaimana Ruja Ignatova menipu dunia kemudian menghilang

Seorang perempuan yang menyebut dirinya ratu kripto dan meraup US$4 miliar atau Rp56 triliun dengan menjual mata uang digital palsu dan kemudian

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Begitu seminar di internet rampung, Jen memutuskan untuk menginvestasi €1.000 atau Rp15 juta.

Tidak lama kemudian dia menanam €10.000 atau Rp155 juta uangnya sendiri.

Jen McAdam
BBC
Jen McAdam di program BBC, Victoria Derbyshire.

Jen juga mendorong teman dan anggota keluarga untuk investasi €250.000 atau Rp3,8 miliar.

Dia menyaksikan nilai uangnya di situs OneCoin, berlipat sepuluh kali.

Tetapi kemudian Timothy Curry, seorang pengamat kripto memberitahu bahwa OneCoin hanyalah sebuah penipuan.

Selama beberapa minggu kemudian, Curry mengirimkan informasi lewat link, tulisan dan video YouTube.

Dia mengenalkan Jen kepada Bjorn Bjercke, pengembang blockchain yang mengatakan OneCoin tidak memiliki blockchain.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika dirinya menanyakannya kepada pemimpin kelompok OneCoin, Jen mendapatkan jawaban bahwa pertanyaan itu adalah sesuatu yang dirinya tidak perlu ketahui.

Akhirnya pada bulan April 2017, dia mendapatkan jawaban.

"Ok, Jen...mereka tidak ingin mengungkapkan informasi itu, untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah di lokasi di mana blockchain ditempatkan. Disamping itu sebagai sebuah aplikasi, hal ini tidak memerlukan server. Jadi ini adalah teknologi blockchain kami, server SQL dengan bank data."

Jadi kesimpulannya, lonjakan angka di situs OneCoin sebenarnya tidak ada nilainya - itu hanyalah angka yang diketik ke komputer oleh pegawai OneCoin.

Ruja Ignatova
BBC
Dr Ruja pada konferensi majalah the Economist.

Dr Ruja menghilang

Sementara itu, Dr Ruja tetap melakukan perjalanan untuk menjual mata uang digital itu.

Dari Makao, Dubai sampai Singapura, tempat pertemuannya penuh sesak dihadiri para penanam modal baru.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas