Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polemik Persekusi Uighur, Ini Komentar Tengku Zulkarnain dan Tindakan Pemerintah

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain mengatakan umat Islam selalu menjadi korban dari kepentingan politik negara-negara tertentu

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Polemik Persekusi Uighur, Ini Komentar Tengku Zulkarnain dan Tindakan Pemerintah
Channel YouTube tvOneNews
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain 

TRIBUNNEWS.COM - Setelah kebocoran dokumen yang berisi tindakan persekusi yang dialami etnis Uighur di Xinjian China membuat berbagai pihak bereaksi, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain mengatakan umat Islam selalu menjadi korban dari kepentingan politik negara-negara tertentu.

Zulkarnain mencontohkan seperti aksi-aksi kekerasan terhadap umat islam yang sudah dan sedang terjadi beberapa negara di dunia.

Seperti Israel menyerang Palestina, kemudian penyerangan Myanmar terhadap Rohingya, dan terbaru Tiongkok menyerang etnis Uighur di Xinjian.

"Apapun ceritanya saling bongkar membokar, apapun kepentingan politiknya"

"Kenyataan orang Islam menjadi korban, tidak bisa dipungkiri," kata Zulkarnain dikutip dari channel YouTube tvOneNews, Kamis (19/12/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnain juga membaikan pengalamannya ketika berdakwah di wilayah-wilayah China 14 tahun yang lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya ke China tahun 2005, saya keliling ke seluruh China," kata Zulkarnain.

Baca: Kasus Kekerasan Hewan 3 Bulan Terakhir yang Buat Heboh, dari Kucing Dicekoki Ciu hingga Digantung

Menurut Zulkarnain di tahun tersebut, wilayah Xinjian sudah tertutup. Akses masuk ke wilayah Xinjian dibatasi oleh pemerintah China. 

"Xinjian sudah dibatasi, kalau orang dari negeri lain tidak  boleh, dari masyarakat negeri sendiri boleh," lanjutnya.

Zulkarnain melanjutkan, dulunya Xinjian merupakan bagian dari negara Turkistan.

Kemudian Turkistan pecah menjadi dua, Turkistan Barat dan Turkistan Timur.

"Turkistan Barat  merdeka dan pernah di jajah Mongol dan China,"

"Sedangkan Turkistan Timur di ambil alih dan diubah menjadi Xinjian," ujar Zulkarnain.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas