Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Ancam Bombardir 52 Lokasi Penting di Iran

Soleimani bersama rombongan tewas dalam serangan drone militer AS di Baghdad, hari Jumat (03/01).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Donald Trump Ancam Bombardir 52 Lokasi Penting di Iran
Instagram @realdonaldtrump
Presiden AS Donald Trump 

Apa yang dikatakan Presiden Trump?

Berbicara dalam konferensi pers di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida, Trump mengatakan tentang serangan udara AS di Irak: "Militer Amerika Serikat melakukan serangan tepat sasaran tanpa cacat yang menewaskan teroris nomor satu di dunia Qasem Soleimani."

Dia menambahkan, "Soleimani merencanakan serangan yang kejam terhadap diplomat Amerika dan personel militer, tetapi kami menangkapnya dalam tindakan itu dan menghentikannya."

Bagaimana reaksi Iran dan Irak?

Dalam sebuah pernyataan setelah kematian Soleimani, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, "Kepergiannya tidak mengakhiri jalannya atau misinya, tetapi pembalasan dendam yang kuat menunggu para penjahat yang membunuhnya dan para martir lainnya semalam dengan tangan mereka."

Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi menyebut serangan rudal itu sebagai "pelanggaran kedaulatan Irak dan serangan terang-terangan terhadap martabat bangsa".

Pemimpin milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis juga tewas dalam serangan itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia memerintahkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, yang dituding Washington melakukan serangan roket yang menewaskan seorang kontraktor sipil AS di Irak utara, Jumat lalu.

Departemen Luar Negeri AS telah memperingatkan warga Amerika di Irak untuk "segera" meninggalkan negara tersebut.

Siapa Qasem Soleimani?

Pria berusia 62 tahun ini secara luas dipandang sebagai sosok paling kuat kedua di Iran, di belakang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Pasukan Quds, sebuah unit elit Garda Revolusi Iran, melapor langsung kepada pemimpin tertinggi dan Soleimani dipuji sebagai tokoh nasional yang heroik.

Dibawah kepemimpinannya selama 21 tahun di Pasukan Quds, Iran mendukung Hizbullah dan kelompok militar pro-Iran lain di Lebanon; memperluas kehadiran militer Iran di Irak dan Suriah; dan mengatur serangan Suriah terhadap kelompok pemberontak dalam perang saudara yang panjang di negara itu.

Soleimani dan pejabat milisi yang didukung Iran meninggalkan bandara di Baghdad dengan dua mobil ketika mereka diserang beberapa rudal dari pesawat tak berawak AS di dekat area kargo bandara.

Soleimani dilaporkan baru saja mendarat dari Lebanon atau Suriah.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas