Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Esmail Qaani, Jenderal Baru Pasukan Elit Iran yang akan Pimpin Balas Dendam Kematian Soleimani

Iran menyatakan bakal melakukan pembebasan pascatewasnya Komandan Pasukan Quds, Qasem Soleimani.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Daryono
Editor: Ifa Nabila
zoom-in Sosok Esmail Qaani, Jenderal Baru Pasukan Elit Iran yang akan Pimpin Balas Dendam Kematian Soleimani
instagram/esmailqhaani
Esmail Qaani, sosok pengganti Qassem Solemani 

Sementara, saat mengumumkan Qaani sebagai penerus Soleimani, pemimpin Iran Ayatollah Khamenei mengatakan Quds akan "tidak berubah".

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Kamis (2/1/2020) memerintahkan pembunuhan Kepala Pasukan Quds Garda Republik Islam Iran, Qassem Soleimani, yang baru tiba di Bandara Baghdad dari Lebanon.

Drone MQ-9 Rapier meluncurkan rudal Hellfire RX9 Ninja, menghancurkan sekurangnya tiga kendaraan yang ditumpangi rombongan Qassem Soleimani dan Wakil Komandan Hasd al-Shaabi Abdul Mahdi al Muhandis.

Qassem datang ke Baghdad dijadwalkan bertemu Plt Perdana Meneteri Irak Adil Abdul Mahdi, serta mengikuti dialog peredaan konflik yang rencananya dihadiri utusan Kerajaan Saudi.

Qasem Soleimani
Qasem Soleimani (WALL STREET JOURNAL)

Pembunuhan Qassem, jenderal Iran yang kharismatik ini memantik histeria dan kemarahan rakyat Iran, Irak, dan sebagian di Suriah, Lebanon, Yaman, dan berbagai tempat lainnya.

Jutaan penduduk Iran mengantarkan prosesi pemakaman Qassem Soleimani sejak Sabtu, Minggu, hingga Senin (6/1/2020), dari Kota Ahvas, Meshhad, Qom, Teheran, hingga Kerman.

Parlemen Irak telah sepakat bulat mengeluarkan keputusan untuk mengusir pasukan AS dan koalisinya dari Irak.

Rekomendasi Untuk Anda

Keputusan ini juga menjadi usulan pemerintah Irak.

Presiden Trump dan Menteri Pertahanan Mark Esper menanggapi keputusan ini dengan penegasan, pasukan AS tidak akan keluar dari Irak.

Trump menegaskan, Irak harus membayar mahal jika AS dipaksa keluar, dan harus bersiap menerima sanksi politik, militer maupun ekonomi yang sangat keras seperti Iran.

Sekitar 3.000 prajurit Lintas Udara 82 dari Fort Bragg, North Carolina telah diterbangkan ke Kuwait, guna memperkuat pasukan AS di Timur Tengah.

Sebagian dikirim ke Lebanon.

Saham Industri Senjata AS Terdongkrak

Serangan mematikan militer AS terhadap Mayjen Qassem Soleimani, mendongkrak drastis harga saham sejumlah raksasa industri senjata AS.

Saham Lockheed Martin, yang terkenal memproduksi pesawat tempur, helikopter, dan rudal canggih, harga sahamnya melonjak lebih dari $ 416, naik tujuh persen dalam semalam.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas