Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Retno Marsudi Minta Iran dan AS Menahan Diri: Dampaknya Bisa Dirasakan oleh Ekonomi Dunia

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menyebut konflik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat, bisa berdampak pada seluruh dunia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Miftah
zoom-in Menlu Retno Marsudi Minta Iran dan AS Menahan Diri: Dampaknya Bisa Dirasakan oleh Ekonomi Dunia
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020). 

"Ikuti terus informasi yang disampaikan pemerintah setempat terutama yang berkaitan dengan situasi keamanannya," kata Retno, dikutip dari Kompas.com, Rabu (8/1/2020).

Retno mengingatkan, WNI yang membutuhkan bantuan, bisa segera menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di wilayahnya.

Menteri Luar Negeri memastikan perwakilan Indonesia di negara-negara Timur Tengah siap untuk membantu.

Kemudian, Retno memperkirakan, ada satu juta lebih WNI yang berada di kawasan Timur Tengah.

"Tidak hanya di Tehran dan Baghdad tapi wilayah lainnya juga in case WNI kita membutuhkan bantuan."

"Kalau berbicara kawasan, jumlah WNI kita ada lebih dari satu juta," kata Retno.

Saat ini pihak Kementerian Luar Negeri telah mengaktifkan kembali crisis centre dengan nomor +62 812-9007-0027.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung Kementrian Luar Negri, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). Pada kesempatan tersebut Retno menceritakan suka dukanya selama 5 tahun terakhir menjabat sebagai Menteri Luar Negri. Tribunnews/Jeprima
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung Kementrian Luar Negri, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). Pada kesempatan tersebut Retno menceritakan suka dukanya selama 5 tahun terakhir menjabat sebagai Menteri Luar Negri. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)
Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, Iran melalui Garda Revolusi menyatakan, mereka menghujani markas pasukan Amerika Serikat dan sekutunya di Irak dengan "puluhan rudal".

Operasi itu dikatakan sebagai pembalasan atas pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh Amerika Serikat, Jumat (3/1/2020) lalu.

Melansir Sky News via Kompas.com, Rabu (8/1/2020), "puluhan rudal" itu ditembakkan Divisi Luar Angkasa Garda Revolusi Iran, dan dinamai "Martir Soleimani".

Sumber keamanan kepada AFP mengungkapkan, serangan itu terjadi dalam tiga gelombang selepas tengah malam waktu setempat.

Sumber itu menghitung ada sembilan rudal yang menghantam markas pasukan Amerika Serikat di Ain al-Assad, barat Irak.

(Tribunnews.com/Nuryanti) (Kompas.com/Ihsanuddin)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas