Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perkembangan Iran vs Amerika, Menlu: Indonesia Kirim Pesan Agar Semua Pihak Menahan Diri

Tewasnya Jenderal Qassem Soleimani membangkitkan serangan balasan Iran ke Pangkalan Amerika Serikat (AS) di Irak, Menlu Retno Marsudi Angkat Bicara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perkembangan Iran vs Amerika, Menlu: Indonesia Kirim Pesan Agar Semua Pihak Menahan Diri
Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Tewasnya Jenderal Qassem Soleimani membangkitkan serangan balasan Iran ke Pangkalan Amerika Serikat (AS) di Irak.

Situasi politik pun menjadi memanas lantaran Iran dan Amerika Serikat bersitegang.

Terkait hal itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi angkat bicara.

Ia mengatakan, perkembangan dunia saat ini cukup mengkhawatirkan.

"Indonesia sudah mengirim pesan ke semua pihak terkait, untuk menahan diri," ungkapnya yang Tribunnews kutip melalui laman Sekretariat Kabinet, Kamis (9/1/2020).

Himbauan tersebut bertujuan agar eskalasi yang sedang terjadi tidak memburuk.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/1/2020). (Tribunnews.com/ Seno Tri Sulistiyono)

Retno Marsudi mengatakan, berdasar pembicaraannya dengan Presiden Dewan Keamanan PBB, yang intinya meminta Presiden Dewan Keamanan untuk terus mengupayakan peredaaan ketegangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Kementerian Luar Negeri juga telah menyiapkan contigency plan.

Contigency plan tersebut ditujukankepada Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Iran, Irak, dan wilayah sekitarnya.

"Semua nomor hotline perwakilan terkait sudah aktif, dan dimasukkan di dalam rilis Kementerian Luar Negeri," katanya.

"Dan Kementerian Luar Negeri sudah mengaktifkan crisis center untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi," tambahnya.

Jokowi Diagendakan ke Uni Emirat Arab

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan bertolak ke Uni Emirat Arab, 11-14 Januari 2020.

Padahal, kondisi Timur Tengah sedang memanas dengan ketegangan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat.

Mengenai hal itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Retno Marsudi, menegaskan sudah memperhitungkan segala hal.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas