Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akui Tembak Pesawat Boeing 737, Menlu Iran: Akibat Kecerobohan Amerika Serikat

"Kesalahan manusia di tengah krisis yang diakibatkan kecerobohan AS telah berujung kepada bencana ini," ucap Zarif.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Akui Tembak Pesawat Boeing 737, Menlu Iran: Akibat Kecerobohan Amerika Serikat
IRNA
Tampak puing-puing pesawat Ukraina yang jatuh di Iran. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Iran menyebut, jatuhnya pesawat Boeing 737 Ukraina yang menewaskan 176 orang karena "kecerobohan AS".

Pernyataan itu menyusul pengakuan dari pihak Iran yang mengakui secara tak sengaja menembak pesawat dengan 176 orang penumpang dan kru tersebut.

Insiden itu terjadi setelah Iran menyerang pangkalan AS dan sekutunya di Ain al-Assad dan Irbil, Irak, dengan rudal. 

Baca: Iran Akhirnya Akui Tak Sengaja Tembak Pesawat Ukraina: Ada Faktor Human Error

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan penyelidikan Angkatan Bersenjata Iran telah menyimpulkan rudal Iran sebagai penyebab jatuhnya pesawat Ukraina.

"Investigasi internal Angkatan Bersenjata Iran menyimpulkan rudal yang ditembakkan karena kesalahan manusia telah mengakibatkan jatuhnya pesawat Ukraina (dan) kematian 176 orang tak bersalah. Ini kesalahan tak termaafkan, " kata Rouhani di akun Twitter resminya, Sabtu (11/1).

Diketahui, Pesawat maskapai Ukraine International Airlines jatuh sesaat setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini, Teheran, Rabu (8/1/2020).

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah negara Barat seperti Kanada, Inggris, maupun AS menyebut terdapat bukti bahwa rudal Teheran tak sengaja menembak pesawat Boeing 737 milik Ukraina itu.

Awalnya, Teheran membantah. Bahkan, mereka siap mengundang sejumlah negara untuk ikut bagian dalam penyelidikan.

Dalam bantahan mereka, pesawat berusia tiga tahun tersebut sempat berusaha kembali ke bandara karena ditemukan "keadaan darurat", tanpa merinci seperti apa itu.

Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, dalam kicauannya di Twitter, memaparkan temuan awal dari militer Iran.

"Kesalahan manusia di tengah krisis yang diakibatkan kecerobohan AS telah berujung kepada bencana ini," ucap Zarif.

Dia meminta maaf sekaligus belasungkawa kepada 176 korban tewas, 82 di antaranya warga Iran, atas insiden tersebut.

Pernyataan yang sama juga disuarakan Presiden Hassan Rouhani di Twitternya, sebagaimana dikutip Sky News Sabtu (11/1/2020).

"Penyelidikan bakal dilakukan untuk mengusut tragedi menyedihkan dan kesalahan yang tak dimaafkan ini," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas