Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Iran Vs Amerika Memanas

Iran Akhirnya Akui Tembak Jatuh Pesawat Komersial Ukraina

Pesawat Boeing 737-800 jatuh empat jam setelah Iran melancarkan serangan militer terhadap Amerika Serikat

Iran Akhirnya Akui Tembak Jatuh Pesawat Komersial Ukraina
Kolase Foto (WNA dan Wikimedia)
Iran ajak pihak luar baik Boeing, Ukraina, dan lainnya untuk investigasi dan membuka kotak hitam atas insiden jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, TEHRAN -- Setelah membantah, Iran akhirnya mengaku menembak jatuh pesawat milik Ukraina.

Seperti dilansir dari The Wall Street Journal pada Sabtu (11/1/2020), Angkatan Bersenjata Iran menyatakan telah menembak tak sengaja pesawat yang mengangkut 176 orang.

Pesawat Boeing 737-800 jatuh empat jam setelah Iran melancarkan serangan militer terhadap Amerika Serikat sebagai pembalasan atas pembunuhan seorang jenderal Qasem Soleimani.

Angkatan Bersenjata Iran mengira pesawat berpenumpang sipil itu merupakan pesawat musuh.

Baca: Akui Tembak Pesawat Boeing 737, Menlu Iran: Akibat Kecerobohan Amerika Serikat

Sebelumnya, otoritas penerbangan Iran membantah tuduhan negara-negara Barat atas peristiwa nahas yang menewaskan 176 penumpang itu.

Pada Jumat kemarin seperti diwartakan Associated Press, Kepala Departemen Penerbangan Nasional Iran, Ali Abedzadeh mengatakan tidak ada rudal yang mengenai maskapai milik Ukraina.

"Yang jelas bagi kami, dan yang bisa kami katakan dengan pasti, tidak ada rudal mengenai pesawat;" tegas Abedzadeh dalam konferensi pers di Tehran.

Pesawat itu jatuh di dekat Parand, pinggiran barat daya ibukota Tehran, sesaat setelah lepas landas, pada Rabu (8/1).

Menurut Flighradar24 Flight Tracker, pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan 752 dijadwalkan lepas landas pukul 5:15 waktu Tehran menuju Bandara Internasional Boryspil di ibukota Ukraina, Kyiv.

Pesawat membawa 176 orang yang terdiri dari 167 penumpang dan 9 awak pesawat.

Data menunjukan, 82 penumpang merupakan warga Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, empat warga Afghanistan, tiga warga Jermab dan tiga warga Inggris

Diketahui Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau sempat melemparkan tuduhan kepada Iran, yang 'tanpa sengaja' menembak jatuh pesawat milik Ukraina.

Trudeau mengatakan, ada laporan intelejen yang mendukung tuduhan itu.

"Kami memiliki intelijen dari berbagai sumber. Intelijen menunjukkan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal Iran. Ini mungkin tidak disengaja." kata Trudeau seperti dikutip dari The Independent, Jumat (10/1/2020).

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Fajar Anjungroso
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas